| 1478 0

Mengapa Kucing Mengubur Kotorannya?

Kucing mengubur kotorannya

Salah satu pembeda utama antara kucing dan anjing adalah kepraktisan kucing dalam hal buang air. Mereka dapat dilatih menggunakan kotak pasir dan tidak harus diajak keluar untuk buang air. Lebih baik lagi, kebanyakan kucing tetap mengubur kotorannya meskipun sudah menggunakan pasir, sehingga rumah jadi tidak terlalu bau dan kotor.

Namun, pernahkah kamu bertanya, “mengapa kucing mengubur kotorannya?”

Mereka adalah pencinta kebersihan

Pada dasarnya, kucing yang sehat akan sangat memperhatikan kebersihannya dan kebersihan tempat ia tinggal. Oleh karena itu, selain sangat rajin membersihkan dirinya, ia juga akan memastikan sebaik mungkin lingkungan tinggalnya bersih dan nyaman untuknya. Salah satunya dengan mengubur kotorannya, terutama jika menggunakan kotak pasir di dalam rumah.

Menghindari predator dan kucing dominan

Selain masalah kebersihan, insting kucing untuk bertahan hidup juga memainkan peran besar dalam membentuk kebiasaan kucing satu ini.

Yaitu, dengan cara mengubur kotorannya, maka si kucing dapat menutupi kehadirannya dari berbagai kehadiran hewan atau kucing lain yang bisa membahayakannya dan keluarganya (jika si kucing adalah betina dan memiliki anak).

Kebiasaan mengubur kotoran karena alasan bertahan hidup ini umumnya ditunjukkan oleh kucing-kucing betina dan kucing jantan yang tidak bersifat dominan. Dan sebaliknya, kucing-kucing jantan yang “macho dan dominan” sering kali membiarkan kotorannya tidak terkubur untuk menunjukkan dominasinya.

(funfact: istilah tomcat, sebenarnya merupakan istilah untuk menggambarkan kucing jantan yang “macho dan dominan” seperti di atas, yang akan sembarangan buang air untuk menandai wilayahnya, dan “meloncat-loncat” dari satu kucing betina ke kucing betina lain untuk kawin.)

Ia mengakui dominasimu

Alasan lain yang membuat kucing mengubur kotorannya adalah karena ia mengakuimu sebagai makhluk yang dominan di tempatnya tinggal (rumahmu), dan karena tidak mau menyinggungmu, maka ia pun akan memastikan kotorannya terkubur dengan rapi.

Kebiasaan satu ini juga sangat umum ditemukan di keluarga kucing-kucingan lainnya (misalnya singa atau harimau), di mana mereka juga akan mengubur kotorannya, jika mereka bukanlah pemimpin di antara kelompoknya.

Lalu mengapa ada kucing yang tidak mengubur kotorannya?

Besar kemungkinan kamu pernah menemukan kucing yang tidak mengubur kotorannya, dan alasan dari kebiasaan ini pun cukup beragam.

Alasan pertama sudah sempat dibahas sebelumnya, yaitu karena kucing sudah merasa dominan dan perlu meninggalkan aroma khasnya, sebagai tanda bahwa ialah pemilik daerah tersebut. Kebiasaan ini pun bisa diperparah jika si kucing sama sekali tidak menganggapmu sebagai makhluk yang dominan di rumahmu.

Alasan kedua adalah masalah kesehatan, baik itu fisik atau mental. Jadi ketika kamu menemukan kucingmu berhenti mengubur kotorannya, apalagi diikuti dengan munculnya perubahan-perubahan lain pada kucingmu, tak ada salahnya untuk memeriksakannya ke dokter hewan agar ia diperiksa lebih lanjut.

Terakhir, alasan yang bisa membuat seekor kucing tidak mengubur kotorannya, adalah karena ia tidak pernah diajarkan oleh induknya, mulai dari bagaimana cara mengubur kotoran ataupun mengapa harus melakukannya.