| 341 0

Mengapa Ada Kucing yang Takut Tikus?

Kucing Takut Tikus

Salah satu tujuan orang zaman dulu memelihara kucing adalah untuk memberantas tikus. Lalu, kenapa ada kucing-kucing zaman now yang takut tikus?

Mari cari tahu jawabannya…

Insting vs dipelajari

Salah satu cara termudah memahami keadaan kucing zaman now ini, adalah dengan memahami bahwa sikap dan perilaku kucing (serta manusia dan hewan-hewan lainnya) dipengaruhi oleh 2 hal, yaitu insting alaminya serta hal-hal yang dipelajari lewat pengalaman hidup si kucing.

Insting adalah hal-hal yang sudah diketahui si kucing sejak ia baru lahir, tanpa perlu proses belajar, meniru, atau mengalaminya terlebih dulu. Sedangkan sikap dan perilaku lain yang tidak kucing miliki sejak lahir, jatuh dalam kategori hasil hasil pembelajaran.

Contoh insting alami kucing adalah menyusu. Ketika si anak kucing baru lahir, tidak ada yang mengajari bahwa mereka harus menyusu dan bagaimana caranya, agar bisa bertahan hidup. Ketika si anak kucing baru lahir, maka secara otomatis mereka akan mencari sumber susu untuk bertahan hidup.

Sementara perilaku berburu tikus pada kucing bukanlah bagian dari insting alaminya.

Berburu tikus bukan insting alami kucing?

Jangan kaget! Meskipun kita sudah terbiasa menyebut bahwa salah satu “insting” alami kucing adalah sebagai makhluk predator yang berburu untuk bertahan hidup, kenyataannya, hal ini tidak sepenuhnya benar.

Kebiasaan berburu kucing bukanlah bagian dari insting alaminya, atau setidaknya kebiasaan berburu kucing tidak sepenuhnya didorong oleh insting. Melainkan juga didorong oleh pelajaran atau pengalaman hidup si kucing.

Hal ini sendiri sebenarnya sudah pernah diteliti sejak tahun 1920-1930, oleh seorang ahli profesor psikologi bernama Kuo Zing Yang. Dalam eksperimennya, ia membesarkan banyak anak kucing dengan berbagai situasi dan kondisi, dan mencari tahu bagaimana situasi dan kondisi ini mempengaruhi sikap dan perilaku si kucing.

Kemudian dari eksperimen ini ditemukan bahwa anak-anak kucing yang dibesarkan oleh induk yang ahli berburu, maka cenderung tumbuh menjadi seekor kucing yang ahli berburu, termasuk berburu tikus.

Sedangkan anak-anak kucing yang dibesarkan hanya oleh manusia atau induk yang tidak bisa berburu, maka mereka cenderung tumbuh menjadi kucing yang tidak bisa berburu tikus, bahkan beberapa takut kepada si tikus.

Oleh si Profesor, penelitian yang berlangsung selama satu dekade, disimpulkan dengan:

“anak kucing dapat dibesarkan jadi seekor pemburu tikus, sahabat tikus, pembenci tikus, atau bahkan takut akan tikus: semuanya bergantung pada pengalaman hidup si anak kucing”

Jadi, meskipun kucing memiliki insting untuk makan dan mencari makanan saat ia lapar, serta memiliki insting alami untuk mengejar dan menangkap sesuatu, insting ini harus dilatih untuk menjadi sebuah kemampuan berburu.

Peran induk dalam hal ini sangat besar, karena induk kucing akan mengajari si anak kucing hewan mana yang merupakan hewan buruan (misalnya tikus), bagaimana cara berburu dengan benar, dan apa yang harus dilakukan ketika hewan buruan (misalnya tikus) sudah tertangkap.

Dan kucing-kucing yang tidak pernah diajari berburu tikus oleh induknya, besar kemungkinan tidak akan paham bahwa tikus adalah makhluk yang bisa diburu. Mereka mungkin hanya melihat tikus sebagai makhluk kecil yang bisa berlari dengan cepat, yang kemudian mengaktifkan insting si kucing untuk mengejarnya, namun bukan sebagai buruan, melainkan hanya sebagai mainan.

Atau jika sejak kecil si kucing sudah diajari untuk menghindari tikus atau tidak pernah bertemu tikus, sehingga ia menjadi bingung atau merasa tidak nyaman dengan kehadiran tikus. Maka bukannya tidak mungkin si kucing hanya akan terdiam saat ia melihat tikus, atau bahkan kabur ketakutan ketika melihatnya.

Meskipun bukannya tidak mungkin seekor kucing jadi bisa berburu kucing tanpa perlu diajari induk, misalnya lewat proses trial and error, dan menemukan bahwa tikus adalah makhluk yang bisa diburu.

Jadi jika kucingmu takut dengan tikus, maka jangan takut. Ia tidak memiliki masalah genetis atau kelainan fisik atau mental. Hal ini terjadi hanya karena sejak kecil ia tidak dibiasakan berburu tikus, dan tidak akan menyebabkan masalah bagi hidup si kucing.