| 1417 0

Awas! 3 Bahasa Tubuh Anjing ini Sering Disalahartikan

Bahasa Tubuh Anjing yang Disalahartikan

Memahami bahasa tubuh adalah hal yang cukup sulit, karena tidak semua orang dapat memahami 100% arti bahasa tubuh tadi. Apalagi, jika yang mengeluarkan bahasa tubuh tadi adalah anjing atau hewan-hewan lainnya.

Dan memang, bahasa tubuh anjing termasuk bahasa tubuh yang cukup sulit dipahami, karena beberapa bahasa tubuhnya yang mirip, bisa memiliki arti yang jauh berbeda.

Misalnya 3 bahasa tubuh anjing berikut ini, yang cukup banyak orang yang salah mengartikannya.

Gerakan dan posisi matanya

Ada yang bilang bahwa mata berkata lebih banyak daripada mulut, dan hal ini benar-benar tepat pada anjing. Karena dari gerakan dan posisi matanya saja, ada berbagai makna dan perasaan yang ia sampaikan kepadamu; yang sayangnya, beberapa terlihat sangat mirip sehingga sulit untuk dipahami.

Mari ambil contoh ketika kita baru pertama kali bertemu dengan si anjing, dan berkenalan dengannya.

Beberapa anjing cenderung memalingkan wajah dan tatapannya saat baru berkenalan, karena bagi mereka, menatap mata adalah bentuk dari dominasi dan ancaman. Dan karena ia tidak mau mengatakan hal-hal ini kepadamu, maka ia pun memalingkan wajah dan tatapan matanya.

Namun, tidak selamanya dengan memalingkan wajahnya berarti ia “oke-oke” saja dengan kehadiranmu. Karena kenyataannya, memalingkan wajah dan tatapannya juga dilakukan anjing jika ia merasa takut dan tidak nyaman dengan kehadiranmu, dan ia berharap kamu segera pergi.

Namun sebaliknya, beberapa anjing lain (terutama mereka yang sudah terlatih dan terbiasa hidup dengan manusia) malah menganggap menatap mata adalah tanda bahwa ia mau berkenalan dan bermain bersamamu.

Bahkan lebih dari itu, ia mengharapkanmu untuk menunjukkan respons bahwa kamu juga mau bersahabat dengannya, misalnya dengan membelai lembut tubuhnya. Akhirnya, ia pun terus memberi tatapan terbaiknya selama berkenalan denganmu.

Jadi, mana yang lebih baik, anjing menatap mata atau mengalihkan tatapannya? Dan apa yang sebenarnya ia rasakan?

Untuk menjawab pertanyaan ini, melihat matanya saja tidaklah cukup. Kamu butuh memperhatikan bahasa tubuh lain yang ia tunjukkan agar kamu benar-benar paham apa yang anjing rasakan dan katakan saat ia berkenalan denganmu.

Misalnya, jika ekspresi wajah dan posisi tubuhnya terlihat tenang saat menatapmu atau mengalihkan tatapannya, maka artinya ia tidak merasa stres dan tetap nyaman dengan kehadiranmu.

Namun, jika posisi tubuhnya terlihat kaku dan tegap, dan telinganya berdiri dan mengarah kepadamu saat menatapmu, maka bisa jadi ia merasa terganggu dengan kehadiranmu dan siap melawanmu jika kamu menunjukkan sikap-sikap lain yang tidak ia sukai.

Senyumannya

Anjingmu menarik bibirnya hingga beberapa giginya terlihat, seolah-olah ia tersenyum, kamu pun mengambil kesimpulan bahwa ia sedang bahagia.

SALAH!!!

Meskipun senyuman merupakan ekspresi universal dari manusia untuk menunjukkan rasa bahagia dan persahabatan, hal ini jauh berbeda dalam dunia anjing dan bahasa tubuhnya.

Pada anak anjing senyuman bisa berupa tanda bahwa ia merasa ketakutan dan tidak nyaman terhadap sesuatu, dan butuh pertolonganmu untuk mengatasi hal-hal yang menyebabkan rasa takut dan rasa tidak nyaman tadi.

Sedangkan pada anjing dewasa, senyuman juga bisa berarti bahwa ada hal-hal yang membuat ia takut, terancam, dan tidak nyaman, namun bedanya, hal-hal ini bisa berarti si anjing dewasa siap untuk melawan si penyebab rasa takut, terancam, dan tidak nyaman ini, bahkan bersikap agresif jika memang dibutuhkan.

Gerakan ekornya

Tidak selamanya anjing yang menggerak-gerakkan ekornya berarti ia sedang merasa bahagia. Karena sebenarnya, anjing juga akan menggerakkan ekornya saat ia merasa takut, cemas, terancam, ataupun waspada.

Yang membedakannya adalah bagaimana ekornya digerakkan, mulai dari pola gerakannya (apakah benar-benar horizontal atau tampak sedikit memutar), kecepatan putarannya (apakah cepat atau lambat), posisi ekornya (apakah lebih tinggi, normal, atau menurun), dan lain-lain.

Dan yang lebih parah, gerakan ekor ini juga dipengaruhi jenis dan kondisi ekor si anjing (misalnya apakah ekor anjing panjang atau pendek). Artinya tidak semua gerakan ekor anjing memiliki arti yang sama.

Misalnya, tidak selamanya anjing yang menggerak-gerakkan ekornya dengan sangat cepat pada saat ekornya di posisi normal, berarti si anjing sedang merasa sangat bahagia.

Fun fact: saking rumitnya arti dari gerakan ekor anjing ini, banyak studi yang mendalami gerakan ekor anjing ini dan artinya.

Salah satunya adalah penelitian yang percaya bahwa arah gerakan ekor anjing memiliki arti tersendiri, yaitu gerakan ekor yang dominan ke kanan berarti si anjing merasa bahagia, sedangkan gerakan ekor yang dominan ke kiri berarti si anjing sedang merasakan hal-hal yang negatif.

 

Kuncinya, untuk memahami bahasa tubuh anjing, kamu tidak dapat melihat hanya dari satu gerakan dan posisi tubuh anjing saja. Melainkan, kamu harus melihat berbagai gerakan dan posisi tubuh lain yang ia tunjukkan, agar benar-benar kamu dapat benar-benar paham dengan apa yang anjing katakan lewat bahasa tubuhnya tadi.