| 1043 0

Sindrom Napoleon pada Anjing, Apa Itu?

Sindrom Napoleon pada Anjing

Napoleon adalah nama seorang tokoh militer yang sempat memimpin Prancis di masa-masa perang revolusi di tanah Eropa. Setidaknya ada 2 hal yang paling dikenal darinya,yang pertama adalah postur tubuhnya yang sering dianggap pendek, dan yang kedua adalah agresivitas (dan keberhasilan) kampanye militernya.

Lalu kenapa namanya diabadikan menjadi nama sebuah penyakit?

Mengenal sindrom Napoleon

Sindrom Napoleon atau Napoleon syndrome atau Napoleon complex, adalah sebuah kondisi atau penyakit, yang dalam teorinya, umum menyerang orang-orang (atau hewan) yang memiliki postur tubuh pendek atau kecil. Yaitu mereka yang memiliki sindrom ini akan memiliki sikap yang over-agresif dalam kehidupan sosialnya (mereka jadi mudah marah, mudah cemburu, dan lain-lain).

Pada manusia, kondisi ini menuai banyak pro dan kontra, karena selain kurangnya penelitian lebih lanjut tentang penyebab “penyakit” ini, penyakit ini juga cenderung memojokkan satu golongan.

Sementara pada anjing, sindrom Napoleon, merupakan sebuah masalah perilaku yang cukup umum terjadi dan penyebabnya pun masuk akal.

Sindrom Napoleon pada anjing

Sindrom Napoleon adalah nama yang digunakan untuk mendeskripsikan masalah anjing-anjing bertubuh kecil yang nakal, dalam artian, mereka sering agresif dan tidak menuruti perintah. Mereka akan sering menggonggongi orang-orang dan bahkan, jika memungkinkan, menyerang orang atau makhluk lain di sekitarnya.

Pada anjing, sindrom Napoleon lebih dapat diterima, karena penyebab dari masalah ini cukup jelas. Yaitu kesalahan cara merawat dan mendidik si anjing kecil.

Kita sebagai pemilik cenderung mengabaikan berbagai sikap buruk dan agresif dari si anjing kecil karena kita tidaklah menganggap mereka mengerikan ketika menunjukkan sikap itu. Bahkan sebaliknya, kita menganggap sikap anjing kecil yang “sok” berani/agresif tadi sebagai hal yang lucu.

Karena kita membiarkan hal ini, maka si anjing kecil pun terbentuk mentalnya bahwa bersikap agresif adalah hal yang wajar dan baik untuk dilakukan. Dan karena kamu membiarkannya bertindak semena-mena, maka si anjing kecil tidak akan melihatmu sebagai seorang “pack leader,” dan memilih untuk menjadi seekor “pack leader” bersikap sesuai kehendaknya.

Oleh karena itu, anjing yang memiliki sindrom Napoleon bukan hanya akan menunjukkan sikap agresif yang berlebihan. Melainkan juga masalah-masalah perilaku lain seperti over-teritorial, tidak mau diatur, buang air sembarangan, merusak benda-benda di sekitarnya, dan lain-lain.

Perlukan kondisi ini ditangani?

Tentu saja!

Karena meskipun si anjing bertubuh kecil, agresivitasnya tetap dapat membahayakan orang-orang dan dirinya sendiri. Dan hidup tanpa arahan yang baik dari seorang “pack leader” hanya akan membuat hidup si anjing menjadi semakin destruktif, baik untuk dirinya ataupun sekitarnya.

Dan bukannya hal yang tidak mungkin, jika kehidupan tanpa arahan si anjing kecil, malah akan membuatnya jadi mudah stres, yang kemudian membuatnya mudah terserang berbagai penyakit lainnya.

Apa yang harus dilakukan untuk mengobati dan mencegah sindrom Napoleon?

Sindrom Napoleon adalah sebuah “penyakit” perilaku. Artinya hal ini dapat diubah atau diobati, namun hal ini tidaklah mudah (apalagi jika si anjing sudah dewasa dan terlanjur memiliki sindrom Napoleon).

Proses sosialisasi dan pelatihan adalah “obat” utama untuk mengatasi dan mencegah masalah perilaku si anjing kecil.

Kamu harus tegas melatih agar ia tidak bersikap agresif dan menghukumnya dengan tepat (misalnya menggunakan time-out) ketika si anjing kecil mulai bersikap agresif. Ingat! Bersikap kasar pada anjing dengan sindrom ini adalah hal yang sia-sia, karena ia hanya akan melihatmu sebagai ancaman yang perlu dilawan.

Selain itu, mulailah perkenalkan si anjing kecil terhadap banyak orang, agar ia menjadi semakin nyaman dengan kehadiran orang-orang asing. (Karena pada umumnya, si anjing kecil akan mulai menjadi agresif karena ia merasa terancam dengan kehadiran si orang asing tadi).

Namun ingat pula, latihan dan proses ini harus konsisten dan dijalani dengan sabar, karena sekali lagi, sikap dan perilaku anjing bukanlah hal yang mudah untuk dibentuk, apalagi untuk diubah!