| 1262 0

Mengapa Kucing-Kucing Rumahku Sering Berkelahi?

Mengapa kucing suka berkelahi

Kamu adalah seorang pencinta kucing, dan karena itu, kamu pun memelihara makhluk lucu satu ini. Namun, ternyata satu ekor tidaklah cukup! Kamu pun memelihara lebih dari satu ekor kucing di rumahmu.

Harapanmu, mereka akan menjadi sahabat baik yang akan saling menghibur dan senang bermain bersama.

Tapi ternyata, bukan bermain bersamalah yang jadi agenda rutin kucing-kucingmu ini, melainkan perkelahian.

Apa yang salah?

Kurang sosialisasi

Bisa jadi penyebab kucing-kucingmu, yang seharusnya berteman, menjadi sering berkelahi adalah karena ada satu atau lebih dari kucingmu yang kurang mendapatkan pelajaran sosialisasi.

Hal ini sering terjadi jika kucing dipisahkan dari saudaranya saat masih sangat kecil, dan hanya hidup bersama manusia.

Karena ia tidak pernah belajar untuk hidup bersama kucing lain, maka kehadiran kucing lain di rumahmu akan membuat ia menjadi tidak nyaman dan akhirnya memicu pertengkaran.

Oleh karena itu, pada dasarnya kucing harus hidup bersama kucing-kucing lainnya (entah itu saudara kandungnya atau kucing lain) saat ia berusia 2 – 14 minggu, agar si kucing kecil belajar bersosialisasi dan tahu bagaimana hidup bersama kucing lain.

Lalu, apakah artinya kucing yang kurang sosialisasi tidak bisa hidup dengan kucing lain?

Bukannya tidak mungkin, namun artinya ia harus menjalani proses sosialisasi dan penyesuaian diri yang lebih sulit, karena saat si kucing sudah cukup dewasa (berusia lebih dari 14 minggu), mentalnya sudah terbentuk dan sulit mempelajari hal-hal dasar seperti sosialisasi ini.

Dan di sinilah peranmu sebagai pemilik, yaitu memastikan proses sosialisasi, perkenalan, dan penyesuaian diri di antara kucing-kucingmu berjalan dengan dengan baik.

Karena insting teritorialnya

Kucing adalah makhluk teritorial, dan insting alami ini bisa memicu kucing-kucing rumahmu jadi saling berkelahi satu sama lain.

Proses perkenalan yang terlalu tiba-tiba, sering memicu kucing untuk menjadi agresif, karena hal ini akan membuat si kucing merasa teritorinya jadi terancam.

Dan umumnya, kucing akan berebut teritori saat mereka sudah dewasa, yaitu usia 2 tahun ke atas. Dan hal ini pun bisa menyebabkan skenario yang “unik.”

Misalnya, kamu memelihara kucing yang berusia 1 tahun, dan kemudian mengadopsi kucing lain yang juga berusia 1 tahun. Mereka berteman dan hidup bersama dengan baik, hingga tiba-tiba di tahun berikutnya, ketika mereka dewasa, mereka jadi sering berkelahi untuk berebut teritori.

Contoh di atas, merupakan salah satu contoh skenario yang menjelaskan, mengapa kucing-kucing di rumah, yang sebelumnya berteman, bisa “tiba-tiba” menjadi sering berkelahi. Jadi jangan heran jika kucing-kucingmu “tiba-tiba” jadi tidak bersahabat lagi; insting merekalah penyebabnya.

Lalu, apakah semua kucing akan berkelahi karena masalah teritori di rumah? Jawabannya adalah tidak. Jika kamu tidak memelihara dua atau lebih kucing yang sifat alaminya adalah mendominasi, maka besar kemungkinan perkelahian karena teritori tidak akan terjadi di rumahmu.

Lingkungan rumahmu

Bisa juga kucing jadi sering berkelahi karena lingkungan rumahmu tidaklah nyaman baginya. Yang pada akhirnya membuat si kucing menjadi waswas, cemas, bingung, panik, dan lain-lain.

Ketika kucing terus menumpuk perasaan-perasaan negatif ini, maka kucing akan jadi lebih agresif dan dapat dengan mudah memicu pertengkaran dengan kucing lain di rumahmu.

Jadi, buatlah kondisi rumahmu nyaman untuk si kucing!

Masalah kesehatannya

Ketika kucing merasa kesakitan, hal ini akan membuat mood kucing jadi rusak dan mudah berkelahi dengan kucing-kucing lain di rumahmu. Dan tentunya rasa sakit atau rasa tidak nyaman lainnya yang kucingmu rasakan, merupakan gejala dari sebuah penyakit atau masalah medik yang kucingmu derita.

Jadi jika kucingmu sering memancing perkelahian, bisa jadi hal ini merupakan “gejala” dari sebuah penyakit yang ia derita (apalagi jika diikuti dengan perubahan fisik dan kebiasaan lain), yang sebaiknya segera kamu periksakan ke dokter hewan kepercayaanmu.