| 590 0

Apa yang Kamu Perlu Tahu tentang Anestesi pada Kucing?

Anestesi pada Kucing

Suatu saat nanti, mungkin akan ada waktunya kamu perlu memberi anestesi pada kucingmu. Dan agar pada saat itu tiba kamu tidak terlalu panik dan bingung, kali ini kami akan berbincang tentang anestesi pada kucing. Mulai dari apa itu anestesi, apa dampaknya pada kucing, risiko buruk yang bisa terjadi pada kucing, dan lain sebagainya.

Apa itu anestesi?

Anestesi atau anesthesia adalah pembiusan, yang efeknya membuat mereka yang dibius menjadi kehilangan sensasi rasa, terutama rasa sakit. Anestesi umum digunakan sebelum operasi untuk mempermudah jalannya prosedur ini.

Anestesi bisa bersifat total yang membuat pasien kehilangan kesadarannya atau lokal dan regional yang membuat pasien tetap sadar, dan hanya kehilangan kemampuan merasa di area-area tertentu.

Dan anestesi ini bukan hanya digunakan kepada manusia, melainkan juga diberi kepada hewan-hewan yang membutuhkannya, termasuk kucing.

Kapan kucing diberi anestesi?                                

Anestesi umumnya diberikan pada kucing untuk prosedur operasi yang memberi rasa sakit pada kucing dan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menjalankannya. Misalnya untuk prosedur sterilisasi, pembedahan, atau pencabutan gigi.

Sementara untuk prosedur yang cepat dan tidak menyebabkan rasa sakit, seperti pengambilan darah, cathetering, x-ray, dan lain-lain, maka anestesi tidaklah perlu diberikan pada kucing.

Mengapa kucing diberi anestesi? Apa risikonya?

Anestesi diberikan demi kebaikan si kucing, agar ia tidak mengalami rasa sakit yang berlebihan dan tidak menjadi stres atau trauma, selama prosedur berjalan. Dengan pemberian anestesi, maka masalah fisik kucing dapat diatasi, tanpa perlu menambah masalah mental pada dirinya.

Namun meskipun begitu, tetap ada risiko dari anestesi terhadap hidup kucing.

Yaitu karena anestesi juga memperlambat detak jantung dan pernapasan pasien (termasuk kucing), maka efek ini bisa membuat tubuh kucing menjadi tidak bekerja dengan baik selama prosedur, yang dalam keadaan parah, bisa mencabut nyawa si kucing kesayangan.

Oleh karena itu, anestesi tidak bisa diberikan secara sembarangan. Jangan minta kucingmu diberi anestesi, jika dokter tidak menyarankannya.

Bagaimana meminimalisasi risiko efek buruk anestesi pada kucing?

Ada berita buruk dan berita baik.

Berita buruknya, efek samping dari anestesi pada kucing tidak dapat 100% diprediksi. Sedangkan berita baiknya, jika prosedur ini dilakukan dengan tepat, risiko adanya dampak buru dari anestesi pada kucing sangatlah kecil, yaitu jauh di bawah 1%.

Jadi, selama keadaan jantung, ginjal, liver kucing, beserta obat yang ia konsumsi dan keadaan khususnya sudah diperiksa dan diperhatikan sebelum diberi anestesi, maka risiko buruk dari proses ini bisa sangat diperkecil.

Dan pengawasan yang teliti dengan menggunakan alat bantu yang tepat selama prosedur operasi berlangsung, juga merupakan cara yang umum digunakan oleh tim medis untuk memastikan kucingmu terhindar dari efek buruk anestesi.

Selain itu, umumnya dokter hewanmu juga akan merekomendasikan puasa untuk si kucing untuk memperkecil risiko adanya dampak buruk dari anestesi pada si kucing.

Apa yang terjadi pada kucing setelah anestesi?

Biasanya, anestesi tidak akan langsung hilang. Sebaliknya akan ada sisa-sisa anestesi yang membuat kucing tidak sepenuhnya sadar, atau bisa dibilang membuat kucing jadi seperti “mabuk.”

Dan layaknya manusia yang mabuk, kelakuan kucing yang pasca anestesi juga bisa tidak diprediksi. Beberapa kucing bisa menjadi sangat manja, sedangkan beberapa kucing lain bisa jadi sangat agresif.

Namun yang pasti, kemampuan motorik kucing pasca anestesi akan sangat menurun, sehingga ia perlu mendapat perhatian khusus. Jangan biarkan ia berlari atau meloncat ke sana-sini selama ia masih memiliki sisa anestesi di tubuhnya!

Bahkan sebenarnya, umumnya dokter hewan akan menyarankan si kucing untuk tetap dirawat di rumah sakit hingga anestesi benar-benar hilang, demi mencegah adanya masalah yang dapat menimpa si kucing.

Umumnya, efek dari anestesi akan hilang dalam 1 hari, jadi jika kucingmu masih menunjukkan perilaku yang aneh setelah lebih dari 1 hari, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter hewan sesegera mungkin!

Pada akhirnya, keputusan untuk diberi anestesi atau tidak, sebaiknya diserahkan kepada dokter hewan. Dan tulisan ini hanya sebagai informasi tambahan bagimu, agar kamu tidak terlalu stres dan bingung ketika kucingmu harus dianestesi; apalagi jika ini adalah pengalaman pertamamu melihat si sahabat kesayangan itu menjalani proses anestesi.