| 2298 0

Mengapa Ada Kucing Berekor Pendek, Bengkok, dan Tak Berekor?

Kucing Berekor Pendek, Bengkok dan Tak Berekor

Ketika sedang iseng berselancar di dunia maya mencari berita tentang kucing, saya menemukan suatu hal yang sangat menarik. Yaitu banyaknya expat (orang asing yang bekerja di Indonesia) yang kaget melihat kucing-kucing berekor pendek dan bengkok di negeri kita ini.

Padahal bagi kita, kucing berekor pendek, bengkok, atau bahkan tak berekor; merupakan sebuah pemandangan umum yang sangat sering kita lihat, terutama pada kucing-kucing “kampung.”

Selidik punya selidik, ternyata kucing-kucing berekor pendek, bengkok, atau tak berekor, memanglah sangat jarang ditemukan di negara asal expat-expat tadi (yang kebanyakan berasal dari Benua Amerika dan Eropa).

Oleh karena itu pula, kucing-kucing yang memiliki ekor unik ini, seperti kucing jenis Manx dan Bobtail, sering mereka anggap sebagai kucing eksotis.

Keheranan expat-expat ini pun berujung ke pertanyaan-pertanyaan tentang masalah kesehatan dan perilaku si kucing berekor “eksotis.” Pertanyaan-pertanyaan para expat tadi sendiri cukup masuk akal, karena ekor kucing sendiri memiliki banyak fungsi. Salah satunya, adalah untuk berkomunikasi.

Jadi apakah ada yang salah dengan kucing-kucing kita?

Memahami kucing berekor pendek

Pada dasarnya, ekor kucing menjadi pendek, bengkok, atau bahkan tak berekor; bisa muncul karena disebabkan oleh faktor mutasi gen. Dan mutasi gen ini bisa diturunkan ke generasi berikutnya, yang dalam jangka waktu cukup panjang, bisa membuat sekelompok kucing menjadi unik dan dikategorikan menjadi suatu jenis tertentu.

Hal inilah yang terjadi pada kucing jenis Manx dan Japanese Bobtail, yang dikenal memiliki ekor yang sangat pendek, bengkok, atau bahkan tak berekor.

Menariknya, mutasi gen yang membuat kucing memiliki ekor unik ini cukup dominan pada kucing-kucing dari Asia, terutama pada kucing-kucing yang tidak dikenali jenisnya, yang sering kita satukan menjadi “kucing kampung.”

Jadi fenomena kucing berekor “aneh” ini bukan hanya dominan terjadi di Indonesia, melainkan juga banyak terjadi di berbagai negara, di belahan Benua Asia.

Bahkan, jika melihat sejarah, mutasi gen yang membuat kucing memiliki ekor yang unik ini sudah ditemukan di Asia sejak abad ke-6. Sehingga tidak heran jika pada abad ke-21 sekarang ini, jumlah populasi kucing berekor unik ini sudah sangatlah banyak.

So yeah…  for foreigners out there, our short-tailed, kinked-tailed, and tailless cats do not exist because we cut off their tail (seriously, stop thinking about that!). They are actually born naturally with those conditions.

Apakah keadaan ekornya akan menyebabkan masalah?

Faktanya, ekor kucing memang memiliki banyak fungsi, salah satunya membuat kucing memiliki kelincahan dan keseimbangan yang luar biasa.

Meskipun begitu, pada kucing yang berekor pendek, bengkok, atau tak berekor pun, tidak ditemukan adanya masalah pada kelincahan dan keseimbangan mereka. Mereka tetap bisa hidup dengan normal layaknya kucing lainnya.

Alasan di balik keadaan ini memang belum diketahui dengan pasti. Namun, besar kemungkinan hal ini disebabkan karena mereka bisa menyesuaikan diri dengan keadaan fisik mereka.

Sebagai perbandingan, lihat saja kucing yang awalnya memiliki ekor, namun karena kecelakaan, mereka kehilangan ekornya, yang kemudian bisa menyesuaikan diri dan hidup dengan normal tanpa ekor.

Apalagi jika keadaan ini terjadi pada kucing-kucing yang sejak lahir sudah memiliki ekor yang pendek, bengkok, atau tak berekor. Tentu mereka dapat dengan lebih baik lagi menyesuaikan keadaan mereka agar bisa sangat lincah dan memiliki keseimbangan yang sangat baik.

Dan perlu diingat! Peran ekor adalah alat bantu untuk membuat kucing memiliki keseimbangan yang luar biasa, dan bukannya alasan utama mengapa kucing memiliki kelincahan dan keseimbangan yang hebat itu.

Bagaimana dengan kemampuan komunikasinya?

Sama seperti fungsi ekor untuk kelincahan dan keseimbangannya, dalam hal komunikasi pun ekor kucing hanya berperan sebagai alat bantu. Ada banyak cara lain yang mereka gunakan untuk berkomunikasi, mulai dari posisi tubuh, tatapan mata, gerakan tubuh, dan lain-lain.

Jadi kucing yang berekor pendek, bengkok, dan tak berekor pun akan tetap dapat berkomunikasi dengan baik tanpa ada masalah dan kesulitan apapun.

Ekor mereka hanya “bonus” untuk kita manusia, agar kita dapat mengerti mereka dengan lebih mudah apa yang mereka rasakan.

 

Apakah kamu punya kucing berekor pendek, bengkok, atau tak berekor? Apa unikmu memelihara mereka?