| 650 0

Kucing Mengeong Terus Menerus? Ini Beberapa Alasannya

alasan kucing mengeong terus menerus

Karena hidup dekat dengan manusia, kucing pun mulai menumbuhkan kebiasaan atau cara berkomunikasi baru, yaitu mengeong. Meskipun begitu, pada umumnya kucing merupakan makhluk yang hemat kata, mereka tetap lebih suka berkomunikasi lewat bahasa tubuh.

Biasanya, mereka mengeong hanya pada saat-saat yang penting atau benar-benar dibutuhkan. Oleh karena itu, ketika kucing mengeong terus menerus, maka besar kemungkinan ada sesuatu yang terjadi pada dirinya. Berikut beberapa di antaranya.

Kucing dalam keadaan heat

Ketika kucing betina sedang berada di masa subur atau heat, dan ia tidak di sterilisasi, maka instingnya akan mendorong si kucing untuk mengeong-ngeong, untuk mencari pasangan kawinnya.

Kucing yang sedang heat memiliki suatu ciri khas yang sangat mudah diketahui, yaitu ia mengeong-ngeong dengan sangat keras, yang bahkan terkadang terdengar seperti ia sedang kesakitan, dan juga sikapnya menjadi sangat manja.

Tanda ia mengalami hipertiroidisme

Salah satu gejala ketika kucing mengalami hipertiroidisme adalah meningkatnya intensitas meongan si kucing. Bisa jadi meongan ini sendiri disebabkan oleh rasa sakit atau tidak nyaman yang kucing rasakan.

Kucing yang mengalami hipertiroidisme, selain sering mengeong, juga punya berbagai gejala lainnya, seperti berat badan yang menurun, nafsu makan yang melonjak tinggi, dan cukup hiperaktif.

Jika kamu melihat gejala-gejala ini, segeralah bawa si kucing ke dokter hewan!

Kucing mengalami masalah pendengaran atau penglihatan

Ketika kucing mengalami masalah pada kedua indera ini, maka kucing akan merasa takut dan gelisah. Perasaan-perasaan tidak nyaman inilah yang kemudian membuat kucing menjadi banyak mengeong.

Jika ini penyebabnya, bisa jadi juga alasan kucing mengeong-ngeong karena ia tidak dapat melihat atau mendengar kehadiranmu, sehingga si kucing sibuk mengeong-ngeong untuk mencarimu.

Kucingmu pikun!

Ya! Kucing juga bisa menjadi pikun ketika ia sudah berusia lanjut. Dan hal ini bisa membuat kucing menjadi takut dan merasa lemah. Ketika kucing merasakan hal-hal ini, kucing umumnya akan menjadi lebih cerewet.

Dan bukan hanya menjadi lebih banyak mengeong, kucing yang lanjut usia juga dikenal mudah marah, mengalami perubahan pola tidur, menurunnya kemampuan koordinasi, dan sering mengalami accident (buang air sembarangan).

Kucing menderita feline hyperesthesia syndrome

Penyakit ini, terkadang disebut halusinasi kucing, karena pada dasarnya kucing yang menderita penyakit ini bisa tiba-tiba menunjukkan berbagai perilaku yang tidak masuk akal. Mulai dari mengeong-ngeong secara berlebihan, hingga melukai dirinya sendiri.

Penyebab penyakit ini sendiri belum diketahui, dan penyakit ini sendiri sebenarnya sangat langka menyerang kucing.

Kucing mengeong karena kesakitan

Kucing adalah makhluk yang sangat ahli menyembunyikan rasa sakit yang ia alami. Ia bisa tampak beraktivitas secara normal, namun sebenarnya, dalam tubuhnya ia merasakan rasa sakit yang luar biasa.

Terkadang, jika rasa sakit itu sudah sangat-sangat luar biasa, maka si kucing tidak bisa lagi menyembunyikan rasa sakitnya,  dan mulai mengeong-ngeong dengan sering.

Ia merasa bosan dan kesepian

Ketika kucing merasa bosan dan kesepian, maka kucing akan mulai banyak mengeong-ngeong untuk memanggil temannya (yaitu kamu) untuk mau bermain atau menemaninya, apalagi jika si kucing memiliki karakter yang manja.

Biasanya, ia akan terus mengeong-ngeong hingga kamu meresponsnya atau hingga ia mulai merasa lelah.

Memberi si kucing teman, merupakan salah satu cara efektif untuk menghindari kucing menjadi mudah bosan.

 

Jadi, apakah kucingmu pernah cerewet mengeong terus menerus? Apa penyebabnya? Dan bagaimana pengalamanmu mengatasinya?