| 1011 0

Apakah Bahaya Jika Si kucing Memakan Serangga?

Kucing Makan Serangga

Meskipun sudah tinggal di rumah dan makanannya selalu kita sediakan, Insting kucing untuk berburu hewan-hewan kecil tidak akan pernah mati. Memang, kini mereka tidak lagi berburu hewan untuk makanan, melainkan untuk faktor kesenangan atau mengasah mental mereka.

Namun, terkadang mereka tetap saja memakan (meskipun tidak sampai habis) hasil buruan mereka tersebut. Dan salah satu hasil buruan yang cukup sering mereka makan adalah serangga (misalnya kecoa dan belalang).

Bagi kita, serangga mungkin adalah hewan yang cukup menjijikkan, yang jangankan untuk dimakan, kehadirannya saja sudah cukup untuk membuat kita geli.

Namun ketika makhluk-makhluk kecil ini dimakan oleh si kucing, apakah hal ini berbahaya?

Bahayanya parasit di dalam tubuh serangga

Pada dasarnya memakan serangga tidaklah berbahaya bagi kucing, bahkan serangga-serangga tadi bisa menjadi sumber protein untuknya. Seandainya pun perut kucing tidak bisa menoleransi serangga yang kucing makan, sistem pencernaan kucing akan memaksa serangga tadi untuk dimuntahkan.

Yang jadi perhatian utama ketika kucing memakan serangga adalah kemungkinan akan adanya berbagai parasit (berbagai jenis cacing  atau telur-telurnya) yang ada di dalam tubuh serangga tadi. Mereka bisa masuk, tidak mati oleh sistem pencernaan kucing, dan berkembang biak di dalam tubuh si kucing.

Parasit yang berkembang biak di dalam tubuh kucing tidak bisa dianggap enteng. Karena parasit-parasit ini bisa menyebabkan berbagai masalah pada kucing, misalnya muntah-muntah, diare, anemia,  dan tentunya mengambil nutrisi yang masuk ke tubuh kucing, yang menyebabkan si kucing jadi kekurangan nutrisi.

Jika dibiarkan begitu saja, bukannya suatu yang tidak mungkin jika parasit-parasit ini bisa menyebabkan kematian pada si kucing kesayangan. Oleh karena itu parasit-parasit ini harus segera diberantas dari tubuh kucing.

Permasalahannya, meskipun parasit ini cukup mudah diberantas (jika ditangani oleh dokter hewan), keberadaan parasit di dalam tubuh kucing tidak mudah diketahui. Umumnya kita baru menyadari bahwa ada parasit di tubuh si kucing, ketika parasit-parasit tadi sudah cukup lama menggerogoti tubuh si kucing.

Oleh karena itu, perhatian khusus dan teliti terhadap perubahan sikap dan fisik kucing, sangat diperlukan untuk mengetahui dengan dini adanya parasit yang bersarang di tubuh si kucing kesayangan.

Bagaimana dengan pestisida?

Lalu pertanyaan berikutnya, bagaimana jika serangga yang kucing makan mengandung pestisida di dalam tubuhnya?

Untuk hal ini, maka sebenarnya kita tidak perlu terlalu takut, karena pada umumnya pestisida yang ada di serangga hanya ada dalam jumlah kecil, yang tidak akan menyebabkan dampak buruk pada si kucing.

Jika pun ada, pestisida dalam jumlah kecil tadi hanya akan menyebabkan masalah pencernaan yang kecil dan akan hilang dengan cepat, seperti muntah, berkurangnya nafsu makan, kotoran yang encer, dan lain-lain.

Namun, hal ini bukan berarti pestisida aman bagi kucing, karena jika ia mengonsumsi pestisida dalam jumlah besar (atau misalnya terpapar langsung oleh pestisida dan bukan melalui serangga), maka dampaknya tetap sangat berbahaya.

Hal ini bisa menyebabkan masalah pencernaan yang akut pada si kucing, dan masalah-masalah keracunan lainnya (mulut berbusa, tremor, dan lain-lain) yang bisa mencabut nyawa si kucing, jika tidak ditangani secepat mungkin.

Apalagi jika pestisida tadi mengandung pyrethroids, yang dapat dengan mudah menyebabkan kucing mengalami tremor, suhu yang naik dengan cepat, dan kejang-kejang.

Oleh karena itu, jika kita memutuskan untuk menggunakan pestisida untuk mengatasi serangga di rumah, maka tetap pastikan kucing tidak bisa terkontaminasi atau berinteraksi langsung dengan racun tadi.