| 1254 0

Salahkah Aku Jika Tidak Memandikan Kucingku?

Salahkah Aku Jika Tidak Memandikan Kucingku?

Sudah banyak tips dan informasi yang menyebutkan betapa pentingnya memandikan kucing. Dan memang, memandikan kucing memiliki dampak baik baginya, mulai dari membuat ia bersih dan cantik, hingga membasmi kutu yang bersarang di tubuhnya.

Namun, kita juga perlu tahu bahwa pada umumnya kucing tidaklah nyaman terhadap air, bahkan beberapa sangat benci, takut, dan intoleran terhadap air. Dan mandi, bisa jadi suatu pengalaman yang sangat tidak menyenangkan baginya.

Kamu harus tahu, bahwa bukanlah hal yang mustahil bagi si kucing untuk menjadi sakit dan stres hanya karena dimandikan. Percuma saja memandikan si kucing agar ia terlihat cantik di luar, namun di dalamnya ia menjadi sangat stres dan kesakitan.

Intinya, sebelum memandikan kucing, hendaknya kita juga memerhatikan karakter kucing kita. Jangan terlalu memaksakan kucing untuk mandi jika ia benar-benar tidak menyukainya, apalagi ketika kucing tidak benar-benar memerlukannya.

Karena pada kenyataannya, kucing tidak memerlukan untuk rutin dimandikan setiap hari, setiap minggu, ataupun setiap bulan. Bahkan sebenarnya, kucing tetap dapat hidup dengan normal dan bahagia, meskipun ia tidak pernah dimandikan seumur hidupnya.

Jadi ya! Kamu tidak salah jika kamu tidak memandikan kucingmu, apalagi jika ia tidak membutuhkannya.

Mengapa kucing tidak perlu dimandikan?

Pada dasarnya kucing adalah makhluk yang sangat pembersih, mereka menghabiskan banyak waktu untuk menjilat-jilat dan membersihkan dirinya. Tidak kurang dari 4 jam dalam sehari dihabiskan kucing untuk memastikan tubuhnya tetap cantik.

Kebiasaan inilah yang menyebabkan kucing bisa jadi tidak perlu dimandikan, karena ia pada dasarnya bisa membersihkan sendiri kotoran-kotoran yang menempel pada tubuhnya.

Apalagi jika kucingmu merupakan kucing berbulu pendek yang membuatnya menjadi tidak mudah kotor dan tidak mudah mengalami bulu rontok. Atau ketika ia hanya dipelihara di dalam rumah, yang berarti interaksinya terhadap hal-hal yang kotor juga menjadi sangat minim.

Bahkan, ketika kamu memaksakan untuk memandikan kucing ketika ia tidak membutuhkannya, maka hal ini hanya akan memberi efek negatif kepada si kucing, salah satunya adalah hilangnya minyak alami pada bulu kucing, yang perannya adalah membuat bulu kucing jadi cantik berkilau.

Ironis bukan? Kucing bisa jadi tidak cantik, karena usaha untuk mempercantiknya.

Kapan sebaiknya memandikan kucing?

Lalu pertanyaan berikutnya adalah, kapankah kucing butuh dimandikan? Kondisi-kondisi di bawah inilah yang dapat menjadi alasan yang baik untuk memandikan kucingmu:

  • Ketika di bulu atau tubuhnya terdapat unsur-unsur beracun yang dapat membahayakannya sehingga harus dibersihkan dan dihilangkan dari si tubuh si kucing.
  • Ketika ia tidak membersihkan dirinya lagi. Namun ketika hal ini terjadi pun, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan, karena kebiasaan ini biasanya muncul ketika si kucing sedang sakit. Dan tidak semua kucing yang sedang sakit baik untuk dimandikan.
  • Ketika kamu atau anggota keluargamu memiliki alergi, sehingga jika si kucing tidak terlalu bermasalah dengan air, kamu dapat memandikannya untuk meredakan masalah alergi di rumah.
  • Ketika si kucing memiliki masalah kulit, seperti adanya kutu atau ringworm.
  • Ketika si kucing kotor luar biasa, dan ia tidak bisa membersihkannya sendiri.

Adakah alternatif lain selain memandikan kucing?

Kemudian, adakah solusi pengganti memandikan kucing dengan air, untuk membantu ia tetap tampak lebih cantik dan bersih?

Ya ada! Ketika kucingmu sangat membenci air, namun ia butuh dibersihkan, ada beberapa solusi lain yang dapat diterapkan pada si kucing kesayangan.

Misalnya dengan menggunakan dry shampoo khusus kucing, yang bisa bekerja layaknya sampo khusus kucing, namun tidak memerlukan air untuk penggunaannya.

Atau bisa juga menggunakan tisu khusus kucing (cat wipes) yang bisa digunakan untuk “memandikan” dan membersihkan kucing, tanpa harus membuatnya menyentuh air.

Selain itu, kamu juga bisa rutin menyisir bulu-bulunya agar dapat meminimalisir bulu kucing yang rontok kemana-mana, dan menyebabkan reaksi alergi pada penderitanya.