| 2718 0

Kejang-Kejang pada Kucing dan Berbagai Penyebabnya

Kejang-kejang pada kucing

Apa itu seizure atau kejang-kejang pada kucing? Pada dasarnya, kejang-kejang adalah gerakan-gerakan otot yang berada di luar kendali si kucing.

Kejang-kejang sendiri umumnya berlangsung tidak lama, hanya selama kurang lebih satu menit. Namun, bagi pencinta kucing, terutama yang belum pernah melihat kucing kejang-kejang sebelumnya, pengalaman ini bisa menjadi satu menit paling menyedihkan dan mengerikan yang pernah mereka rasakan.

Tingkat keparahan kejang-kejang pada kucing sendiri cukup bervariasi. Ada yang ringan, misalnya hanya bagian wajah dan kaki bagian depannya yang bergerak-gerak tidak karuan sesekali.

Ada yang cukup berat, yang membuat kucing terbaring dan sekujur tubuhnya bergerak-gerak tidak karuan, dan membuatnya terlihat sangat-sangat menderita.

Dan ada pula yang terlihat sangat mengerikan, yaitu ketika kejang-kejang ini membuat kucing seolah-olah menjadi gila yang meloncat ke sana kemari, berguling-guling, dan gerakan-gerakan tidak normal lainnya, sambil terlihat sangat-sangat kesakitan.

(Untuk gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana kucing kejang-kejang, kamu bisa mencari sendiri video kucing yang kejang-kejang di Youtube dengan kata kunci “cat seizure”).

Kejang-kejang sendiri umumnya menimbulkan rasa sakit pada kucing, oleh karena itu, adalah tugas kita sebagai pemilik dan sahabatnya untuk berusaha sebaik mungkin menghindarkan si kucing dari pengalaman mengerikan ini.

Dan untuk melakukan hal ini, pertama-tama kita harus paham dahulu, apa yang menyebabkan kejang-kejang pada kucing.

Keracunan

Ketika organ dalam tubuh kucing terpapar zat beracun atau unsur-unsur toxic, kejang-kejang merupakan salah satu reaksi yang paling umum kucing tunjukkan.

Dan sumber keracunan pada kucing bisa datang dari mana saja, bisa dari yang bersifat zat kimia buatan (misalnya racun tikus) atau bahkan dari bahan-bahan alami (buah dan tanaman yang beracun bagi kucing).

Dan bukan hanya sumber-sumber eksternal yang bisa menyebabkan keracunan.

Ketika kucing mengalami masalah metabolisme (seperti diabetes atau masalah ginjal), zat-zat toxic di dalam tubuh, yang seharusnya terisolasi, bisa saja masuk dengan bebas ke berbagai organ dalam tubuh kucing, yang kemudian juga membuatnya keracunan.

Encephalitis (radang otak)

Inflamasi atau peradangan pada otak juga sangat sering menjadi penyebab kucing menjadi kejang-kejang.

Encephalitis sendiri bisa dibilang sebagai sebuah penyakit yang misterius. Penyebab aslinya tidak mudah ditemukan dan perkembangannya juga sulit ditebak.

Namun dari berbagai kasus, kondisi ini erat hubungannya dengan infeksi virus, bakteri, masalah auto-immune, atau tumor yang tumbuh di kepala kucing.

Selain kejang-kejang, kucing yang menderita encephalitis juga cenderung menunjukkan penurunan dari kemampuan motoriknya, mereka akan terlihat ceroboh dan tidak lincah, tidak seperti kucing lain pada umumnya.

Selain itu gejala lain dari kondisi ini adalah ketidakresponsifan yang sering si kucing tunjukkan.

Masalah perkembangan otak

Pada anak kucing, kejang-kejang juga sering disebabkan oleh masalah perkembangan otak yang mereka alami.

Masalah perkembangan ini sering terjadi jika si induk kucing mengalami masalah selama mengandung si anak kucing tadi.

Misalnya karena tidak mendapat asupan gizi yang cukup atau karena terkena penyakit selama mengandung, yang pada akhirnya turut mempengaruhi otak anak kucing yang dikandungnya.

Jika kejang-kejang disebabkan oleh masalah perkembangan otak, maka kejang-kejang bisa muncul pada kucing saat ia berusia sangat muda, dan besar kemungkinan akan tetap ada hingga si kucing dewasa atau tua nanti.

Luka pada bagian kepala

Jika si kucing pernah mengalami kecelakaan yang melukai kepalanya (misalnya tertabrak motor atau jatuh dari tempat tinggi), maka luka yang ditimbulkannya bisa meninggalkan bekas yang tidak sembuh di bagian otaknya.

Ketika hal ini terjadi, maka kejang-kejang merupakan salah satu gejala yang sangat umum kucing tunjukkan.

Jika kejang-kejang disebabkan oleh hal ini, biasanya kucing juga sering menderita mimisan atau pupil mata yang tidak sama di kiri dan kanan matanya.

Untuk mengetahui secara pasti penyebab dari kejang-kejang pada kucing, kamu sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan!

Dan bukan hanya agar tahu penyebab kejang-kejang pada kucing, dengan berkonsultasi dengan dokter hewan, maka kamu juga akan dibantu menemukan caranya bagaimana meningkatkan kualitas hidup si kucing serta meredakan (dan mudah-mudahan) mengatasi masalah kejang-kejang pada si kucing kesayangan.