| 261 0

Mengapa Kucing (Hampir) Selalu Bisa Mendarat dengan Kakinya?

Kucing selalu bisa mendarat dengan kakinya

Jika kamu sering memperhatikan aktivitas kucing, tentu kamu menyadari bahwa mereka memiliki kemampuan layaknya ninja. Mereka bisa meloncat ke suatu tempat yang sangat tinggi, mereka bisa memanjat dengan sangat baik, mereka bisa bergerak dengan sangat lincah, dan jika pun terjatuh, mereka bisa bergerak di udara, sehingga mereka bisa mendarat dengan selamat.

Nah! Kemampuan terakhir yang disebutkan ini sebenarnya sangat menarik. Karena hanya kucinglah hewan yang umum menunjukkan kemampuan ini. Dan kemungkinan besar, hanya kucinglah hewan yang dapat menggunakan kemampuan ini dengan sangat baik.

Mengapa?

Pertama-tama kemampuan ini disebut dengan “righting reflex,” yaitu sebuah gerakan refleks untuk mengembalikan tubuh ke posisi “normal” atau posisi terbaik. Sebenarnya, kemampuan ini tidak hanya dimiliki oleh kucing, melainkan oleh semua hewan dan manusia.

Namun, karena keadaan mental dan fisik yang dimilikinya, kucing adalah makhluk yang dapat memaksimalkan kemampuan ini.

Dari sisi mental, kucing melatih kemampuan ini dengan sangat baik, karena dulunya, kemampuan ini sangat mereka perlukan untuk bertahan hidup dari predator dan untuk memburu makanannya.

Oleh karena itu, jangan heran jika kamu menemukan ada kucing rumah yang kemampuannya dalam mendarat lebih baik daripada kucing rumah lainnya.

Karena bisa jadi, kucing yang kemampuan mendaratnya baik tadi terbiasa melatih insting alaminya, sedangkan kucing yang kemampuannya tidak baik, terbiasa bermalas-malasan di rumah.

Sementara dari sisi fisik, hampir semua bagian tubuh kucing membantu kucing untuk menggunakan kemampuan ini sebaik-baiknya.

Telinga dan kumis kucing akan berperan sebagai radar, yang menginformasikannya posisi tubuh yang bagaimana yang tidak akan membahayakannya ketika jatuh.

Kemudian, dengan tulang belakang yang lebih fleksibel (karena adanya ekstra tulang dan otot di area tulang belakangnya), ia akan memiliki kemampuan untuk memutar tubuhnya di udara dengan lebih cepat dan lebih baik lagi.

Hal ini juga dibantu oleh ekornya yang berperan sebagai alat penjaga keseimbangan bagi si kucing ketika ia berputar di udara.

Ketika jatuh, tubuh kucing juga akan memberi efek parasut yang membuat kecepatan jatuhnya menjadi menurun, dan membuatnya bisa mendarat dengan selamat.

Efek ini disebabkan oleh tubuh kucing yang pada dasarnya memiliki tubuh yang kecil, struktur tulang yang ringan, dan bulu yang tebal; yang semuanya berperan besar dalam menahan kecepatan jatuh si kucing.

Tidak hanya itu, ketika jatuh pun kucing akan melebarkan tubuhnya, sehingga tubuhnya tadi akan menjadi sebuah rem udara, yang semakin memperlambat laju jatuh si kucing.

Kemudian ketika ia mendarat, kaki-kakinya akan menolong kucing menghindari dari berbagai efek buruk dari jatuh (misalnya patah tulang).

Kaki-kaki kucing memiliki struktur yang unik dan kuat, yang akan memberikan efek pegas dan meredam hentakan yang kucing rasakan ketika mendarat.

Selain struktur kakinya, kuku-kuku kucing juga turut berperan dalam meredam hentakan ini. Peran kuku ini merupakan satu alasan tambahan, mengapa kamu sebaiknya tidak mencabut atau memotong terlalu pendek kuku-kuku kucingmu.

Apakah kucing memang selalu mendarat dengan selamat?

Namun sayangnya, meskipun memiliki berbagai kelebihan tersebut, kucing tetap bisa terluka (keseleo atau patah kaki) ketika terjatuh. Misalnya ketika ia tidak siap saat jatuh, sehingga membuatnya tidak bisa mengubah posisi jatuhnya. Atau ketika ia jatuh dari tempat yang tidak terlalu tinggi sehingga ia tidak bisa mengaktifkan efek parasut alaminya ketika jatuh.

Ya! Kamu tidak salah membacanya, pada dasarnya bagi kucing, jatuh dari tempat yang tidak terlalu tinggi bisa jadi lebih berbahaya daripada jatuh dari tempat yang sangat tinggi.

Mengapa?

Alasan dari keadaan ini berhubungan dengan salah hukum fisika yang berlaku di dunia ini. Yaitu setiap benda yang jatuh di dunia memiliki sebuah batas kecepatan tertentu. Jika benda jatuh tadi bersifat aerodinamis, maka batas kecepatan ini menjadi sangat tinggi, sehingga benda tadi bisa jatuh dengan sangat cepat.

Sementara jika benda tadi memiliki sifat parasut atau rem udara, seperti tubuh kucing, maka kecepatan benda (kucing) jatuh akan menjadi lebih lambat.

Jadi ya! Kucingmu bisa saja lebih aman ketika jatuh dari tempat yang sangat tinggi (misalnya dari lantai 5) daripada jatuh dari tempat yang lebih rendah (misalnya lantai 2).