| 502 0

Tetap Hidup Bahagia Bersama Kucing, Meskipun Ia Tuli

Hidup Bahagia Bersama Kucing Tuli

Bagaimana cara merawat kucing yang tuli? Apakah ia bisa hidup bahagia? Apa yang harus diperhatikan ketika memelihara kucing tuli?

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah beberapa contoh pertanyaan yang muncul di kepala pencinta kucing, ketika mereka mengetahui kucing yang harus mereka pelihara ternyata tuli atau tidak bisa mendengar.

Jika kamu atau kerabatmu adalah salah satu pencinta kucing yang mengalami hal ini, maka ketahuilah bahwa hidupmu dan hidup kucingmu tetap bisa bahagia, meskipun si kucing memiliki keterbatasan ini.

Yang perlu kamu lakukan hanyalah sedikit penyesuaian di sana sini.

Tanda kucing tidak bisa mendengar

Namun terkadang, seorang pemelihara kucing bisa jadi tidak tahu bahwa kucingnya memiliki masalah pendengaran. Hal ini pun sebenarnya bisa dikatakan wajar, karena kucing yang memiliki masalah pendengaran bisa hidup seolah-olah ia tidak memiliki masalah sama sekali.

Hal ini sangat berbeda dengan anjing, yang ketika mereka tidak bisa mendengar, maka sikap dan perilakunya menjadi sangat berbeda.

Kamu perlu memperhatikan sikap dan perilaku dan kucing dengan cukup teliti, baru kamu bisa tahu bahwa ia memiliki masalah pendengaran.

Kamu pun akan lebih mudah mengetahui apakah kucingmu memiliki masalah pendengaran, jika kamu memelihara kucing lain yang memiliki pendengaran yang baik. Karena dengan begitu, kamu dapat membandingkan dan menyadari dengan lebih mudah perbedaan pada kucingmu yang memiliki masalah pendengaran.

Jadi, beberapa tanda kucing memiliki masalah pendengaran antara lain:

Tidak responsif terhadap suara. Walaupun ini adalah sesuatu yang pasti terjadi pada setiap makhluk yang memiliki masalah pendengaran, pada kucing hal ini bisa cukup sulit untuk disadari. Hal ini sendiri disebabkan oleh kecenderungan kucing untuk menutupi kelemahannya (yaitu ketidakmampuan untuk mendengar).

Namun jika kamu menyadari bahwa ia tampak tidak memedulikan suara-suara di sekitarnya, misalnya suara benda jatuh, suara peliharaan burung tetangga, atau panggilan “puss” darimu, bisa jadi ini menandakan ada yang salah dengan telinganya.

Bersuara dengan keras. Kucing yang mengalami masalah pendengaran cenderung bersuara dengan lebih keras. Mereka akan mengeong dengan lebih keras, mendengkur dengan lebih keras, dan ketika tidur pun, mereka cenderung lebih berisik (mendengkur dengan lebih keras).

Mudah panik, cemas, dan terkejut. Ketika kehilangan indera pendengarannya, maka kucing pun akan menjadi mudah mengalami hal-hal ini, karena mereka tidak bisa memperhatikan segala hal di sekitar mereka dengan baik.

Berbagai alasan kucing memiliki masalah pendengaran

Singkatnya, ada beberapa alasan yang menyebabkan kucing memiliki masalah pendengaran, yaitu:

Masalah genetik. Ketulian pada kucing bisa disebabkan oleh faktor genetik. Kucing yang memiliki kondisi albino dan bermata biru, cenderung memiliki risiko ketulian karena masalah genetik yang lebih besar daripada kucing lainnya.

Kerusakan organ pendengaran. Alasan ini cenderung terjadi pada kucing yang mengalami kecelakaan atau kekerasan, yang membuat organ pendengarannya (atau bahkan saraf yang mempengaruhi sistem pendengaran) menjadi rusak.

Faktor umur. Ketika kucing sudah mencapai usia lansia atau senior, mereka juga cenderung mengalami penurunan fungsi pendengaran, yang terkadang membuat mereka menjadi tuli total.

Lalu, apa yang harus kita lakukan pada si kucing?

Pertama tentunya dengan tidak mengabaikannya! Sebaliknya, berilah mereka berbagai perhatian ekstra agar hidup mereka dapat tetap nyaman dan bahagia bersamamu. Beberapa yang dapat kamu lakukan adalah:

Melatih komunikasi visual. Komunikasi antara kucing dan pemilik tetaplah menjadi hal yang sangat penting. Oleh karena itu, kamu sebaiknya mulai melatih menggunakan komunikasi visual agar tetap dapat berkomunikasi dengan si kucing kesayangan.

Misalnya, ketika kucing melihatmu, maka jongkok dan berikan tanganmu kepadanya, sebagai cara untuk memanggilnya. Atau menyentuh area hidungnya sebagai tanda untuk mengatakan “tidak.”

Menggunakan komunikasi visual dengan kucing benar-benar bisa dilakukan, selama kamu melatihnya dengan konsisten.

Menemukan cara baru memanggil kucing. Kamu juga sebaiknya menemukan sebuah cara atau trik baru untuk memanggil kucingmu. Kamu bisa menggunakan teknik cahaya atau hentakan sebagai cara baru memanggil kucingmu.

Misalnya, dengan menghidup-matikan lampu beberapa kali, agar kucing tahu bahwa kamu di ruang tersebut dan kamu memanggilnya. Atau dengan menghentak lantai dengan kuat, agar ia dapat merasakan bahwa kamu memanggilnya (Ya! Kucing bisa merasakan getaran meskipun tidak bisa mendengar).

Terkadang kamu juga bisa menggunakan peluit anjing untuk memanggil kucingmu, karena beberapa kucing yang mengalami masalah pendengaran, masih bisa mendengar hal-hal berfrekuensi tinggi seperti suara peluit anjing.

Tidak bergerak dengan tiba-tiba. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kucing yang memiliki masalah pendengaran akan mudah menjadi cemas, panik, dan terkejut; oleh karena itu kamu pun sebaiknya tidak bergerak dengan tiba-tiba, karena hal ini dapat dengan mudah mengagetkan si kucing.

Begitu pula ketika hendak memeluk atau menggendongnya, jangan sekali-kali kamu melakukan hal ini dari belakang, karena hal tersebut akan membuatnya menjadi kaget, dan besar kemungkinan akan membuatnya menjadi memberontak.

Sebaiknya lakukanlah hal ini hanya dari depan dan sebelum memeluk atau menggendongnya, keluarkan sebuah sinyal bahwa kamu akan melakukan hal tersebut.

Memberinya kucing lain sebagai teman. Kamu juga bisa memelihara kucing lain yang tidak memiliki masalah pendengaran untuk membantu kucingmu yang tuli dalam beraktivitas.

Normalnya, kucingmu yang memiliki masalah pendengaran akan mengikuti aktivitas kucing lain dalam beraktivitas dan bereaksi.

Jadi misalnya, ketika kamu memanggil kucing-kucingmu, kucing yang normal akan mendengar dan datang atas panggilanmu, sedangkan kucing yang bermasalah pendengarannya dapat mengikuti si kucing yang satu lagi, ketika dipanggil.

Melarangnya keluar rumah. Lingkungan luar rumah, walaupun bisa menghadirkan berbagai hal yang dapat menghibur kucingmu, dapat menyebabkan berbagai hal yang sangat membahayakan bagi kucingmu yang tidak bisa mendengar.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu melarangnya keluar rumah. Namun, ketika kamu melakukan hal ini, maka kamu harus membuat lingkungan rumahmu menjadi “kaya” dan penuh dengan hal-hal yang bisa membuat fisik dan mentalnya tetap aktif.

Misalnya dengan menyediakan pohon kucing untuk dipanjatinya, mainan untuk dimainkannya, dan tentunya dirimu sebagai sahabat yang akan menemaninya.