| 827 0

Mari Mengenali Masalah Dementia Pada Kucing

Penyakit Dementia pada Kucing

Dementia atau demensia adalah sebuah penyakit atau kondisi yang menyerang otak, yang membuat seseorang mengalami penurunan kemampuan untuk berpikir atau mengingat sesuatu.

Pada manusia, masalah ini sering muncul dan berkembang sejalan bertambahnya umur, yang membuat penderita masalah ini secara perlahan-lahan akan kehilangan kemampuannya untuk berpikir dengan keras atau mengingat sesuatu.

Dan penyakit ini bukan hanya dapat menyerang manusia, kucingmu di rumah juga bisa terserang masalah dementia ini. Pada kucing, penyakit ini juga dikenal dengan nama Feline Cognitive Disorder Syndrome.

Gejala-gejala dementia pada kucing

Sama seperti pada manusia, penyakit ini juga cenderung menyerang kucing-kucing yang sudah berusia lanjut. Umumnya penyakit dementia pada kucing akan menyerang kucing-kucing yang sudah berusia 10 tahun ke atas.

Dementia pada kucing juga akan menimbulkan beberapa gejala pada perilaku si kucing, yang tingkat keparahan gejala ini akan meningkat sejalan semakin parahnya penyakit dementia pada si kucing.

Misalnya, kucing yang terserang penyakit dementia cenderung lupa menggunakan kotak pasirnya untuk buang air, meskipun ia sudah terlatih dengan baik sebelumnya. Selain itu, ia juga akan mulai melupakan di mana tempat makannya.

Kucing penderita dementia juga akan cenderung bersikap lebih gelisah daripada sebelumnya. Mereka akan jadi mudah takut terhadap berbagai hal, sering mengeong-ngeong kebingungan (terutama di malam hari), sering bengong, dan tidak suka menjelajah lagi.

Kucing yang menderita dementia juga cenderung menunjukkan penurunan reaksi atau tidak seaktif dulu lagi ketika berinteraksi atau bermain bersamamu.

Selain itu, salah satu gejala lain dari kucing yang menderita dementia adalah meningkatnya jumlah tidur si kucing.

Namun, meskipun kamu melihat gejala-gejala di atas pada kucingmu yang sudah cukup tua, sebaiknya kamu tidak langsung mengambil kesimpulan bahwa kucingmu menderita dementia!

Karena seperti yang kamu lihat, gejala-gejala dementia pada kucing mirip dengan gejala dari berbagai penyakit lain yang dapat dengan mudah menyerang kucing yang sudah berusia lanjut. Mulai dari hipertiroidisme, masalah ginjal, masalah pencernaan, hingga artritis.

Oleh karena itu, ada baiknya kamu memeriksakan kucingmu kepada dokter ketika melihat gejala-gejala tersebut, agar kamu tahu dengan pasti masalah apa yang menyerang kucingmu.

Bagaimana jika si kucing ternyata menderita dementia?

Jika setelah diperiksa oleh dokter terbukti bahwa si kucing memang menderita dementia, maka kamu sebaiknya tidak panik, namun tidak juga berharap agar ia sembuh.

Karena masalah dementia pada kucing (dan pada manusia atau hewan lainnya) adalah sebuah masalah yang tidak bisa disembuhkan. Hal terbaik yang dapat kamu lakukan adalah memperlambat pertumbuhan penyakit ini menjadi semakin parah.

Untuk melakukan hal ini, bisa dilakukan dengan memberi kucingmu berbagai suplemen yang membantu menjaga kesehatan otaknya. Misalnya memberinya vitamin B12, SAMe (S-adenosyl-L-methionine), dan vitamin E.

Atau dengan memberinya kandungan-kandungan alami yang juga berperan dalam menjaga kesehatan otak, seperti ginkgo biloba.

Tetap aktif dan bahagia meski menderita dementia

Selain dengan memberinya suplemen, kamu juga bisa membantu kucingmu yang menderita dementia dengan memberinya kehidupan yang aktif dan bahagia.

Keaktifan di sini bukan hanya soal keaktifan fisik, namun lebih ke keaktifan mental. Yaitu dengan memberi kucing aktivitas-aktivitas yang mengasah otak dan mentalnya.

Misalnya dengan bermain berburu-buruan dengan mainan, mengajak kucing bermain puzzle kucing dan mainan-mainan interaktif lainnya, atau dengan membuat lingkungan kucing penuh dengan hal-hal menarik (contohnya dengan menyediakan mainan pohon kucing di rumah).

Hal ini dilakukan untuk mencegah kucing menjadi bosan dan tidak bahagia, yang keadaan ini dapat mempercepat laju dementia menjadi semakin parah.

Kamu juga bisa membuatnya bahagia dengan cara lain, seperti melakukan atau memberi hal-hal yang kucing sukai atau dengan menggunakan catnip untuk memancing euforia si kucing.

Adakah cara untuk mencegah dementia pada kucing?

Menjaga kucing tetap aktif secara mental merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah atau memperlambat munculnya dementia pada kucing.

Memberikannya mainan-mainan interaktif, membiarkan ia mengasah insting berburunya, atau membuat lingkungan rumah lebih menarik untuk si kucing; merupakan contoh-contoh sederhana bagaimana kamu dapat membantu kucingmu menghindari dementia.

Dan jika kamu bertanya sebaiknya kapankah kamu mulai melakukan pencegahan dementia? Maka jawabannya adalah sekarang! Mulai perhatikan kesehatan mental kucingmu sedari dini, demi perlindungan yang lebih baik lagi dari dementia!