| 362 0

Walter Chandoha, Godfather Fotografi Kucing yang Memulai Segalanya

Walter Chandoha Fotografer Kucing

Cari kata “kucing” atau “cat” di internet! Maka dengan mudah kamu dapat menemukan berjuta-juta gambar kucing yang lucu nan menghibur.

Kira-kira siapakah yang bertanggung jawab atas fenomena ini?

Jawabannya adalah Walter Chandoha. Seorang legenda, maestro, dan Godfather fotografi, yang telah menciptakan sebuah “genre” fotografi tersendiri, yaitu “fotografi kucing.”

Siapa dia?

Walter Chandoha adalah seorang fotografer profesional. Seorang legenda hidup, yang pada tahun 2017 ini sudah berusia 96 tahun, namun tetap aktif menjalankan hidupnya sebagai seorang fotografer.

Perjalanan hidupnya selama lebih dari 70 tahun sebagai godfather fotografi kucing, benar-benar dimulai dari sebuah kejadian yang unik dan seekor kucing.

Semuanya dimulai dari suatu hari di musim salju, di kota New York, di mana Walter muda menemukan seekor anak kucing berwarna abu-abu yang terlantar kedinginan. Karena kasihan dan pada dasarnya adalah seorang pencinta hewan, ia pun memungut, mengadopsi, serta merawat si kucing. Kucing tersebut pun diberi nama “Loco.”

Loco pun bertingkah layaknya anak kucing pada umumnya, yaitu bertingkah lucu dan menunjukkan ekspresi yang menggemaskan. Dan melihat ini, Walter pun mengambil kameranya dan mengambil beberapa foto dari Loco.

Karena puas dengan hasil jepretannya, Walter pun mengikutkan foto-foto kucingnya dalam berbagai kontes foto. Karya-karya Walter yang lucu dan menghibur itu pun menjadi “viral” (oke, seviral-viralnya sesuatu bisa viral di tahun 1940-an), hingga orang-orang benar-benar tergila-gila dengan foto kucing, hingga saat ini.

Karya-karyanya menjadi viral karena pada saat itu, menjadikan kucing sebagai model untuk fotografi yang serius belumlah se-ngetren seperti sekarang.

Nama Walter pun semakin dikenal sebagai fotografer. Spesialisasi khasnya, yaitu fotografer kucing dan gaya fotografinya telah melambungkan kariernya menjadi amat cemerlang. Bahkan model fotonya juga terus berkembang dan mencakup berbagai hewan lainnya, mulai dari anjing hingga kuda.

Pada masa kejayaannya, 90% foto hewan yang dipakai oleh berbagai merek atau perusahaan merupakan hasil jepretannya sendiri.

Namun, area favoritnya tetaplah fotografi kucing. Ia pun terus mengadopsi kucing-kucing lain yang kemudian juga menjadi model untuk portofolionya. Dan pada tahun 1963, ia pun menghasilkan karya yang paling dikenal, yang semakin memperkuat namanya sebagai Godfather fotografer kucing, yaitu “The Mob.”

Selama 70 tahun lebih kariernya, ia telah menghasilkan lebih dari 200.000 karya dalam bentuk foto dan menulis 34 buku, salah satunya “How to Shoot and Sell Animal Photos,” yang hingga kini masih menjadi “buku cetak” bagi para fotografer hewan.

Meski sudah tidak seaktif saat ia masih muda, hingga saat ini ia masih terus berkarya. Bahkan ia juga memiliki halaman Instagram di @chandohacats, untuk mempermudah orang-orang berinteraksi dengannya dan karyanya.

Genre fotografi kucing

Tak berlebihan bahwa menyebut fotografi kucing sebagai sebuah genre tersendiri, karena pada dasarnya dalam urusan fotografi kucing, ada kelebihan dan teknik tersendiri untuk mencapai hasil yang optimal.

Menurutnya, kucing pada dasarnya adalah seorang “diva” yang memiliki ekspresi wajah dan tubuh yang luar biasa. Namun berbeda dengan manusia, kucing tidak bisa diperintah untuk menunjukkan ekspresinya. Di sinilah tantangan bagi si fotografer, yaitu menangkap kucing dalam gambar ketika ia menunjukkan ekspresi terbaiknya.

Dan untuk mencapai hal ini, dalam fotografi kucing dibutuhkan lebih dari satu orang. Satu selalu siap sedia di balik kamera, dan yang lain membantu menenangkan atau memancing kucing untuk menunjukkan ekspresi terbaiknya.

Bagi Walter, hal ini merupakan hal yang sangat penting diperhatikan dalam fotografi kucing, dan inilah rahasianya bisa menghasilkan foto kucing yang istimewa.