| 2212 0

Tips-Tips Mudah Mengatasi Kebiasaan “Nakal” si Anak Anjing

melatih anak anjing

Lucunya anak anjing, tidak ada yang bisa mendustakannya. Begitu pula tingkah laku nakalnya, tak sedikit pencinta anjing yang turut stres dibuatnya.

Memang, tingkah laku nakal tadi termasuk “normal” karena bagaimanapun mereka masih anak-anak dan sebagian besar tingkah laku tadi akan hilang dengan sendirinya.

Namun demi kenyamanan dan kedamaian hidupmu, tak ada yang salah dengan melatih si anak anjing, agar tingkah laku nakalnya tersebut berkurang, sehingga ketika dewasa nanti ia akan memiliki perilaku yang jauh lebih baik lagi.

Berikut ini 4 tingkah laku nakal yang umum terjadi pada anak anjing, dan cara melatihnya.

Ngompol atau buang air sembarangan

Untuk mengatasi tingkah laku ini, kamu dapat menggunakan naluri alami milik anjing untuk mengatasinya. Yaitu anjing memiliki naluri alami yang membuatnya tidak mau buang air di tempat atau di dekat ia biasa makan dan tidur.

Oleh karena itu, kamu dapat mengatasi masalah ini dengan melakukan crate training atau latihan kandang. Untuk melakukan latihan ini pun cukup mudah; yaitu buatlah area kandang, di mana di dalam tempat inilah ia akan makan, tidur, dan bermain sehari-harinya.

Kemudian setiap 3-4 jam sekali, ajaklah si anak anjing keluar dari kandang untuk bermain dan buang air. Setelah itu, masukkanlah ia kembali ke dalam kandang untuk melanjutkan aktivitasnya.

Buatlah jadwal yang tetap untuk kapan saja waktunya keluar kandang, dan jadikan jadwal ini sebagai sebuah rutinitas! Perlakuan ini bertujuan agar si anjing belajar untuk menahan keinginan buang airnya di sembarang tempat.

Jika dilatih dengan benar, si anak anjing nantinya akan merasa lebih nyaman untuk buang air di tempat yang sudah ditentukan daripada buang air di sembarang tempat.

Menggigiti dan merusak perabotan

Anak anjing memiliki kebiasaan untuk mengeksplorasi berbagai hal di sekitarnya dengan mulutnya. Hal inilah yang membuat anak anjing tadi sangat sering menggigit-gigiti dan merusak perabotan di sekitar rumah.

Solusi dari keadaan ini adalah dengan membatasi apa-apa saja yang dapat dijangkau oleh anjing. Kemudian alihkan keinginannya untuk mengeksplorasi dan menggigit-gigit dengan memberinya mainan atau objek lain yang tidak mudah rusak dan tidak membahayakannya.

Keinginan mengeksplorasi dan menggigit-gigit ini normalnya akan hilang dengan sendirinya ketika anak anjing beranjak dewasa, karena kebiasaan ini sendiri didorong oleh rasa ingin tahunya sebagai anak-anak.

Bermain dengan cara menggigitmu

Keinginan anak anjing untuk mengeksplorasi dengan mulutnya juga sering kali muncul dalam rupa menggigiti kamu (dan bajumu) atau saudaranya. Meskipun sering kali tidak sakit, kebiasaan ini bukanlah kebiasaan yang baik untuk dibiarkan begitu saja.

Untuk mengatasi masalah ini, Sebelumnya kita harus tahu dulu bagaimana cara agar anjing melepaskan gigitannya ketika ia menggigitmu.

Pertama jangan panik dan menunjukkan reaksi yang berlebihan ketika anjing melakukannya. Karena bagi anjing, hal ini malah bisa diartikan sebagai sebuah ajakan untuk bermain.

Kemudian, agar ia melepaskan gigitannya, keluarkan pekikan yang cepat, pendek, dan bersuara nyaring. Karena bagi anak anjing, suara ini mereka merupakan tanda bahwa perilakunya menimbulkan rasa sakit bagi orang lain, yang kemudian akan membuatnya melepaskan gigitannya tersebut.

Hal ini jugalah yang dilakukan oleh anak anjing ketika ia kesakitan ketika sedang bermain (terutama ketika bermain dengan induk atau saudaranya). Jadi jika kamu tidak yakin suara manakah yang akan membuat anjing berhenti menggigit, tirulah dari anak anjingmu!

Kemudian untuk mengatasi keinginannya untuk menggigit, kamu bisa menggunakan mainan atau objek lain sebagai pengalih/pengganti untuk digigitinya.

Terlalu banyak energi

Aktif, semangat, memiliki rasa ingin tahu yang besar, dan berlimpahan energi adalah ciri khas dari anak anjing; dan kenyataannya tidak ada yang salah dengan hal ini. Hanya saja kita tentunya juga memiliki hal lain yang perlu dikerjakan dan tidak bisa terus-terusan menemani si anak anjing bermain.

Oleh karena itu, hal terbaik yang dapat kamu lakukan adalah melakukan aktivitas yang dapat menguras energinya secara banyak, agar ia menjadi tenang dan tertidur.

Contohnya adalah mengajaknya berlari atau mengajaknya bermain permainan lain yang membuatnya banyak bergerak sehingga ia menjadi cepat lelah.

Selain itu berilah ia mainan yang bersifat puzzle, agar bukan hanya fisiknya yang merasa lelah, namun  mentalnya juga ikut aktif dan menjadi tenang nantinya.