| 855 0

Jerawat Bukan Hanya Masalah Buat ABG, Kucing Juga!

Jerawat Pada Kucing

Pernahkah ketika kamu sedang asyik membelai tubuh dan wajah kucingmu, kamu merasakan bahwa permukaan kulit mereka tidak mulus? Ada benjolan-benjolan kecil layaknya jerawat yang menempel di permukaan kulit mereka. Tahukah kamu, bahwa benjolan-benjolan kecil tadi, bisa jadi benar-benar jerawat. Karena ya! Sama seperti manusia, itu adalah masalah jerawat pada kucing.

Rupa jerawat pada kucing pun mirip dengan manusia. Yaitu berupa benjolan-benjolan kecil yang pada ujungnya bisa berwarna kemerahan atau kehitaman.

Jerawat pada kucing pun bisa muncul hanya satu-satu pada satu area tubuh, atau dalam jumlah yang banyak pada area tubuh kucing. Jerawat pada kucing umumnya muncul di sekitar area wajah atau leher, meskipun tidak tertutup kemungkinan jerawat tadi muncul di area tubuh kucing lainnya.

Dan tahukah kamu apa yang lebih mengejutkan lagi? Jerawat merupakan masalah yang sangat umum terjadi pada kucing, mereka bisa muncul di mana saja, pada usia berapa saja, dan pada ras kucing apa saja.

Anehnya, kucing tampak sama sekali tidak merasa sakit atau terganggu dengan kehadiran jerawat ini. Bahkan mereka cenderung senang ketika kamu membelai area-area tempat munculnya jerawat tadi.

Mengapa kucing bisa jerawatan?

Jerawat adalah sebuah masalah kesehatan, yang kita kategorikan dalam penyakit idiopathic. “Penyakit Idiopathic” sendiri merupakan istilah keren yang manusia ciptakan, untuk mengategorikan penyakit-penyakit yang belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Karena pada dasarnya, masalah jerawat pada kucing (dan sebenarnya juga pada manusia), merupakan masalah-masalah yang belum diketahui secara pasti alasan yang menyebabkan kemunculannya.

Yang pasti, jerawat pada kucing kurang lebih sama dengan manusia, yaitu sebuah masalah kulit di mana sel kulit mati, kotoran, dan minyak menumpuk pada folikel rambut atau bulu (kantong kelenjar di bawa rambut atau bulu).

Pada kucing, ada banyak hal yang diperkirakan bisa menyebabkan keadaan ini, mulai dari stres, grooming yang tidak baik, aktivitas hormon yang tidak seimbang, ataupun alergi.