| 671 0

Apakah Kamu Benar-Benar Yakin Anjingmu Lapar? Pikir Lagi!

anjingmu lapar

Anjingmu tampak gelisah, ia mondar-mandir ke sana-sini, dan sibuk menjilatimu ketika kamu sedang sibuk makan atau memasak.

Ia pun terus menatap kamu dan makanan yang kamu makan atau masak, dan mulai mengeluarkan suara memelas atau menggonggong-gonggong kecil.

Kamu pun mengambil kesimpulan bahwa ia sedang merasa lapar, dan memberi sedikit makanan yang ada di tanganmu kepadanya. Ia pun memakannya dengan semangat.

Yakin bahwa ia sedang kelaparan, kamu pun bergegas mengambil makanan anjing dan memberinya makan di mangkuk favoritnya. Si anjing pun memakan makanan tersebut dengan lahap, dan makanan tadi habis dengan seketika.

Kamu pun semakin yakin bahwa ia benar-benar merasa kelaparan tadi, dan kamu sudah berhasil menolongnya dari rasa lapar yang menyiksa.

Namun, apakah benar ini yang terjadi?

Kenyataannya, anjing adalah makhluk yang “sulit” merasa lapar. Tubuh mereka memiliki struktur metabolisme yang unik, yang bisa membuat mereka bertahan hidup tanpa makan sama sekali selama berhari-hari, asalkan mereka tetap bisa mengonsumsi air minum.

Peristiwa di atas, yaitu kelahapan si anjing ketika makan, umumnya bukanlah didorong oleh rasa lapar, melainkan kerakusan, kebosanan, atau keinginan untuk mencari perhatianmu.

Kesalahpahaman akan keadaan inilah yang sering kali menyebabkan anjing mengalami obesitas. Karena “yakin” si anjing merasa lapar, banyak pemilik yang merasa harus memberikan makanan pada si anjing, yang kemudian, menyebabkan nutrisi (terutama lemak, karbohidrat, dan kalori) menumpuk pada si anjing dan kemudian menyebabkan kegemukan.

Dan ya! Sama seperti rasa lapar, anjing pun memiliki “kesulitan” untuk merasa kekenyangan, yang semakin meningkatkan kemungkinan si anjing untuk mengalami obesitas.