| 1655 0

7 Alasan Mengapa Kucingmu Bisa Menjadi Agresif

Mungkin kamu pernah mengalaminya sendiri. Kucing peliharaanmu yang biasanya jinak dan tenang tiba-tiba menjadi agresif dan memiliki mood yang jelek. Kamu pun bertanya, “mengapa si meong menjadi galak?”

Menjawab dari pertanyaan ini, setidaknya ada tujuh alasan yang bisa menyebabkan mengapa seekor kucing bisa menjadi agresif.

Kesakitan

Ketika kucing merasakan sakit, maka ia akan merasakan ketidaknyamanan yang merusak mood-nya dan membuat si kucing menjadi agresif. Kucing yang kesakitan akan menjadi sangat agresif, misalnya mendesis atau bahkan mencakarmu, jika kamu menyentuh (atau mencoba menyenuh) area tubuhnya sedang sakit.

Rasa sakit ini pun bisa berasal dari luka dalam, luka luar, atau masalah lain seperti masalah di sendinya, peradangan otot, kejang otot, dan lain-lain.

Rasa takut

Ketika kucing merasa takut, ada dua respons yang bisa ia tunjukkan. Respons pertama adalah lari ketakutan, sedangkan respons kedua adalah melawan sumber rasa takut tadi dengan cara menyerangnya langsung.

Kamu bisa tahu kapan kucingmu takut, ketika ia mulai membesarkan pupil matanya, sambil menunjukkan gerakan atau posisi menghindarimu.

Perlu dicatat satu hal! Ketika kucing takut, bukan berarti ia tidak suka padamu. Ia hanya merasa panik atau cemas terhadapmu. Intinya, jangan baper, ketika kucing takut kepadamu.

Hormon

Kucing juga bisa memiliki mood yang buruk oleh karena keadaan hormonnya. Hal ini terutama sangat umum terjadi pada kucing jantan yang tidak disterilisasi.

Tubuh kucing jantan (yang tidak disterilisasi) akan memproduksi suatu hormon tertentu ketika berada dekat dengan kucing betina. Hormon inilah yang membuat si kucing menjadi lebih agresif.

Mungkin jika dilihat dari sisi kucing, hormon ini berperan untuk membuat si kucing terlihat lebih “jantan” atau “keren,” namun sayangnya bagi kita manusia, hal ini malah membuat si kucing menjadi makhluk yang tidak bersahabat.

Frustrasi

Misalnya seekor kucing memiliki seekor target buruan, entah itu burung atau serangga di luar; atau, si kucing ingin mencapai suatu tempa tertentu, misalnya sebuah ruang yang tertutup atau area yang terlalu tinggi untuknya.

Ketidakmampuan kucing melakukan hal tersebut akan membuat si kucing menjadi frustrasi. Ketika kucing menjadi frustrasi, maka ia pun cenderung akan menjadi lebih agresif.