| 1098 0

Kisah Hubungan Erat Bangsa Mesir dengan Kucing

Kucing adalah hewan yang menggemaskan dan disukai karena tingkahnya yang manja dan lucu. Terkadang kucing suka melakukan hal-hal “aneh” untuk mencari perhatian pemiliknya. Mereka senang menggosok-gosokkan tubuhnya di bagian tubuh manusia, dan masih banyak lagi hal menggemaskan yang biasa mereka lakukan.

Tapi tahukah Anda, bahwa kucing itu sudah hidup bersama manusia sejak lama dan itu terjadi di Mesir?

Jika bicara sejarah kucing, mungkin mereka sudah ada di bumi sejak masa lampau, tetapi pertama kali kucing hidup bersama manusia terjadi di Mesir. Banyak orang percaya anak kucing pertama kali didomestikasi (dipelihara/dijinakkan) pada awal kebudayaan bangsa Mesir.

Kisah awal kucing ada di Mesir

Kucing di Mesir di pandang sebagai pemburu besar yang bisa memburu tikus, yang pada saat itu menjadi masalah besar karena gaya hidup agraris bangsa Mesir. Pada zaman itu, kucing disebut sebagai penyelamat bangsa, yang telah menyelamatkan bangsa Mesir dari kelaparan.

Tikus dan ular adalah ancaman utama untuk gudang gandum bangsa Mesir pada saat itu. Karena itu masyarakat Mesir, yang tidak sengaja melihat kucing memburu dan memakan tikus, mencoba menarik perhatian kucing-kucing agar datang kepada mereka dan menjadikan kucing sebagai penjaga silo atau gudang gandum mereka.

Kehadiran kucing yang membantu manusia pada saat itu menimbulkan efek simbiosis mutualisme, di mana kedua pihak menjadi saling diuntungkan, karena di satu sisi makanan manusia terselamatkan, sedangkan bagi kucing, mereka mendapatkan makanan lebih dan terhindar dari kejaran-kejaran hewan yang lebih besar, karena kini mereka hidup dengan manusia.

Hubungan yang semakin dekat dan menguntungkan ini pun membuat manusia pada saat itu mulai memelihara kucing di rumah.

Sebetulnya di wilayah Siprus di temukan kerangka kucing yang di kuburkan bersama manusia, yang berumur 7500 SM. Diperkirakan pada saat itu sudah ada usaha untuk mendomestikasi kucing, karena kerangka yang ditemukan mirip dengan kerangka kucing rumahan saat ini.

Kepercayaan bangsa Mesir kepada kucing

Kucing yang dianggap sebagai penyelamat bangsa Mesir pada kala itu, memunculkan anggapan kucing yang berkaitan dengan dewi Bast, yaitu dewi pelindung, dewi kesuburan, dewi api, yang memiliki bentuk seperti kucing; yang dalam kepercayaan masyarakat Mesir, merupakan pelindung rumah dan wanita hamil.

Menurut salah satu mitos, dia adalah personifikasi jiwa Isis. Dia juga disebut sebagai “Putri dari Timur”.  Sifat Bast sama seperti kucing, memiliki 2 kepribadian, jinak dan agresif. Dia jinak saat menjaga dan melindungi rumah dan wanita hamil, sedangkan kepribadiannya yang agresif merupakan sifat alamiah dari Bast, sama seperti kucing.

Karena hal itu, tidak heran jika di Mesir di temukan banyak kucing yang dimumikan ketika mati. Bahkan mereka rela mengeluarkan uang banyak untuk membuat peti mumi yang sangat bagus untuk dipakai mengubur kucingnya.

Orang Mesir kuno sangat sayang kepada hewan peliharaannya, terutama kucing, karena percaya ada kehidupan di alam baka nanti, dan kucing ini akan terus bersama mereka sampai di alam baka nanti.

Pernah di temukan sebuah topeng perunggu yang digunakan untuk pemakaman mumi kucing di Mesir kuno.

Dan terakhir, hukuman bagi orang yang membunuh kucing, baik sengaja maupun tidak sengaja adalah hukuman mati.