| 2948 0

Anjing-Anjing pada Peristiwa Tenggelamnya Kapal Titanic

Pada masanya, peristiwa tenggelamnya kapal Titanic merupakan sebuah peristiwa yang sangat besar. Karena kapal yang digadang-gadang tidak dapat tenggelam ini malah tenggelam pada pelayaran pertamanya. Kedahsyatan peristiwa ini pun menginspirasi lahirnya salah satu film terbesar di abad modern ini.

Peristiwa tenggelamnya kapal ini menjadi sebuah peristiwa yang besar, karena banyaknya korban dari peristiwa ini, yaitu lebih dari 1500 korban. Apalagi mengingat bahwa kapal ini turut mengangkut orang-orang terkaya di dunia pada saat itu.

Pada akhirnya kekayaan tadi tidaklah ada artinya, peristiwa ini tetap saja memakan nyawa mereka yang kaya ataupun mereka yang miskin.

Namun, ada korban-korban lain dari peristiwa ini yang luput dari perhatian banyak orang. Mereka adalah hewan peliharaan, terutama anjing.

Ya! Tentu pada masa tersebut memelihara anjing sudah dianggap sebagai suatu hal yang wajar, bahkan kapal Titanic tersebut menawarkan ruang khusus bagi anjing-anjing yang dibawa penumpangnya.

Bahkan sebenarnya, budaya memelihara anjing pada masa tersebut tidak kalah dari budaya memelihara anjing pada saat ini. Pada saat itu, orang-orang yang memiliki kemampuan ekonomi berlebih tak ragu untuk menghamburkan cukup banyak uang demi memberikan hal terbaik bagi anjingnya.

Hal ini juga berlaku pada peristiwa kapal Titanic ini, di mana beberapa penumpang kaya rela membayar lebih besar, agar anjing peliharaannya dapat tinggal di kabin yang sama dengan pemiliknya.

Anjing-anjing yang selamat

Sama seperti korban manusia, para penumpang anjing tadi juga sebagian besar kehilangan nyawanya karena peristiwa ini. Bahkan catatan yang umum diketahui hanya mencatat tiga penumpang anjing yang selamat, di mana semuanya adalah anjing-anjing milik penumpang kaya yang mau membayar uang ekstra agar si anjing-anjing tadi dapat mendapatkan pelayanan yang lebih baik, yaitu tinggal di kabin penumpang bersama tuannya.

Lady, si anak anjing berjenis Pomeranian adalah salah satu anjing yang selamat dari kecelakaan ini. Lady berhasil selamat karena pemiliknya, Margaret Hays, menyelimuti sekujur tubuhnya dengan kain tebal dan menyelundupkan si anjing tadi ke perahu penyelamat atau sekoci. Margaret Hays mampu melakukan hal ini, karena orang-orang tidak mengetahui apa yang sebenarnya ia bawa, dan mengira bahwa di balik selimut tadi adalah anak dari wanita ini.

Dua korban anjing selamat lainnya adalah Sun Yan-set, seekor anjing jenis Pekingese yang dimiliki oleh sepasang penumpang bernama Henry dan Myra Harper; beserta seekor anjing Pomeranian milik Elizabeth Rothschild.