| 2048 0

Jangan Adopsi Anak Anjing yang Masih Terlalu Kecil!

adopsi anak anjing

Ketika Anda hendak mengadopsi anjing untuk keluarga Anda, tentu opsi anak anjing sering menjadi penggoda utama, yang membuat Anda ingin memilihnya sebagai anjing untuk diadopsi. Kelucuan rupa dan tingkah laku sering kali membuat anak anjing tadi menjadi idola, yang bahkan mau membuat orang rela bersusah payah mendidik dan membesarkannya.

Tetapi ingat, jika Anda memang memilih anak anjing untuk Anda adopsi, jangan pilih yang usianya masih terlalu kecil. Berikut alasannya.

Masalah gizi

Anak anjing tentunya masih memiliki sistem pencernaan yang kurang kuat dan membutuhkan nutrisi yang tepat bagi tubuhnya. Kedua hal ini dapat dijawab oleh ASI yang diberikan oleh induknya.

Jika Anda mengadopsi anak anjing yang usianya masih terlalu kecil, maka tentunya hal ini berarti Anda akan mengambilnya dari si induk dan berusaha memenuhi kebutuhan gizinya sendiri. Hal ini bukannya mustahil, karena Anda bisa menggunakan produk susu khusus, tetapi kerepotan yang ditawarkannya bukanlah hal yang sepele, apalagi susu khusus tadi belum tentu lebih baik atau sama baiknya dengan ASI dari induk anjing.

Jika kebutuhan gizi si anak anjing tidak terpenuhi, maka tentunya si anak anjing tadi akan mudah rentan terserang penyakit atau mengalami masalah pada pertumbuhan atau perkembangannya.

Masalah sosialisasi

Anak anjing juga sebaiknya tidak diadopsi pada waktu yang tepat, karena jika ia terlalu dini diadopsi maka ia akan mengalami masalah pada bagaimana ia bersosialisasi (terutama kepada sesama anjing).

Anjing yang terlalu dini diadopsi tidak akan memahami bagaimana bersikap patuh, ia tidak akan memahami bagaimana menggunakan gigi dan taringnya, ia tidak akan mengerti caranya bermain dengan benar, ia tidak akan mengerti bagaimana cara membersihkan dirinya, ia tidak akan tahu bagaimana cara berinteraksi yang baik dengan anjing lain, dan ia tidak akan tahu berbagai karakter atau kebiasaan lain khas anjing yang seharusnya diturunkan dari induknya.

Keadaan ini akan membuat anjing menjadi memiliki masalah nantinya ketika ia sudah dewasa. Kurangnya sosialisasi ini juga membuat emosional dan psikologi si anjing tidak dapat berkembang dengan baik.