| 1288 0

Anak Kejam Kepada Hewan, Apakah ia Psikopat?

Psikopat adalah istilah yang digunakan untuk menyebut orang yang memiliki keadaan mental khusus, yang membuatnya tidak memiliki hati nurani. Karena ia tidak memiliki hati nurani, psikopat sering diidentikkan dengan perilaku kejam, tidak terikat norma yang umum berlaku, tidak dapat berempati, sikap antisosial, tidak bisa merasa bersalah, egois, dan perilaku-perilaku menyimpang lainnya.

Beberapa penelitian pun menunjukkan bahwa keadaan mental psikopat sudah mulai muncul kepada diri seseorang sejak ia masih anak-anak. Dan perilaku kejam yang dilakukan seorang anak kepada hewan, sering dianggap sebagai indikasi bahwa ia memiliki sebuah kelainan mental.

Tidak sedikit pencinta anjing dan kucing yang menjadi cemas terhadap temuan ini. Karena tidak sedikit yang menemukan anaknya mau bertindak kejam kepada hewan; yang membuat para pencinta anjing dan kucing tadi bertanya, apakah anaknya psikopat?

Motivasi di balik kekejaman anak terhadap hewan

Sebelum menentukan apakah si anak psikopat atau tidak, hal yang mendasar untuk disadari adalah motivasi di balik tindak kekerasan tersebut. Berikut beberapa yang umum ditemukan.

Beberapa anak mau bersikap kejam karena rasa keingintahuannya. Ia ingin tahu apa respons hewan ketika ia melakukan suatu tindakan kepadanya (tindak kekerasan).

Dorongan dari teman-teman sekitarnya juga dapat mempengaruhinya untuk mau bersikap kejam kepada hewan.

Anak juga bisa bersikap kejam kepada hewan karena meniru perlakuan tersebut. Misalnya ia melihat tontonan yang menunjukkan kekerasan hewan, atau melihat perilaku buruk terhadap kepada hewan di sekitarnya.

Beberapa anak juga mau melakukan tindak kejam karena merasa cemburu kepada hewan tersebut. Ini adalah peringatan untuk setiap pencinta hewan untuk bijak dalam menunjukkan rasa cintanya!

Sebaliknya, beberapa anak mau bertindak kejam kepada hewan karena ia terlalu sayang kepadanya. Motivasi ini mungkin membingungkan bagi Anda yang membacanya, namun ketika ia terlalu sayang, ia bisa saja menggunakan cara yang salah untuk menunjukkannya.

Fobia terhadap hewan (misal anjing atau kucing), juga dapat membuatnya mau bersikap kejam terhadap hewan. Sebagai catatan, fobia juga umumnya tumbuh karena ada alasan tertentu, misalnya pengalaman buruknya terhadap hewan tersebut.

Bertindak kejam kepada hewan sebagai bentuk pelampiasan rasa bosannya, juga menjadi salah satu motivasi utama anak mau melakukan ini.

Sebagai bentuk penyerangan emosional kepada orang yang sedang ia tidak sukai. Misalnya ia sedang bertengkar dengan kakaknya, yang membuat ia mau menyakiti hewan peliharaan kesayangan kakaknya, sebagai upaya menyerang atau balas dendam kepada si kakak.