| 3664 0

Mengungkap Rahasia Berbicara dengan Kucing

berbicara dengan kucing

Pernahkah terpikirkan oleh Anda mengapa kucing menengok dan datang ketika dipanggil “puss?” atau berpikir apakah mungkin kita bisa berbicara kepada kucing dengan menggunakan vokal kita?

Kenyataannya berbicara dengan kucing, lewat penggunaan vokal kita, bukanlah suatu hal yang mustahil. Memang, pasti ada keterbatasan, namun sensasi yang muncul ketika kita berhasil melakukannya adalah sebuah kepuasan tersendiri, khususnya bagi kita pencinta kucing.

Mau berbicara kepada kucing? Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda perhatikan.

Antara kucing dan perkataan kita

Hal pertama yang perlu disadari adalah kucing tidak mengerti makna dari suatu kata, jadi ia tidak akan mengerti ketika Anda mengatakan “duduk,” “makan,” ataupun “kemari.” Hal ini juga membuatnya tidak mengerti terhadap nama yang Anda berikan kepadanya.

Yang sebenarnya kucing lakukan adalah mengasosiasikan (menghubungkan) suatu kata (atau nama) terhadap suatu aktivitas. Misalnya jika Anda terbiasa memanggil si kucing dengan namanya ketika hendak memberinya makan, ia akan mengasosiasikan namanya dengan kegiatan diberi makan.

Jadi ketika ia datang ketika Anda panggil namanya, jangan terburu-buru berkesimpulan bahwa kucing mengerti bahwa ia memiliki nama. Karena yang sebenarnya terjadi adalah, ia datang karena menganggap akan mendapatkan makanan.

Hal ini jugalah yang menjawab mengapa kucing datang ketika kita berkata “puss,” yaitu dikarenakan oleh kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering berkata “puss” ketika memberi makan kucing.

Jika seekor kucing tidak terbiasa mendengar kata “puss” ketika akan diberi makan, tetapi terbiasa mendengar kata “makan”; maka besar kemungkinan ia tidak akan datang ketika Anda memanggilnya dengan kata “puss,” dan malah akan datang ketika Anda berkata “makan.”

Bagaimana jika kita mengeong?

Jika Anda berpikir Anda dapat meniru suara kucing dan mengucapkan sesuatu dalam bahasa kucing, maka Anda salah besar. Karena pada dasarnya, meongan kucing tadi merupakan suatu vokalisasi yang tak memiliki makna.

Jika kucing kebetulan merespons meongan Anda, yang sebenarnya ia respons adalah nada suara yang ia dengar dari meongan Anda tersebut.