| 1581 0

Lima Mitos Keliru Tentang Kucing

mitos tentang kucing

Persahabatan antara manusia dengan kucing mungkin dari yang pernah Anda baca atau saksikan, diungkapkan telah terjalin selama ribuan tahun lamanya. Dalam rentang waktu tersebut, hewan berkaki empat ini mengalami hubungan pasang surut dengan manusia. Terkadang dianggap sebagai partner, musuh, hingga kini hubungannya seperti sahabat sendiri.

Bahkan, cerita hubungan manusia dengan kucing tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Selama itu pula berbagai mitos tentang mereka telah berkembang dan bercampur aduk dengan kenyataan, hingga akhirnya menjadi sesuatu yang dipercaya banyak orang. Padahal, belum tentu kebenaran nya bisa dibuktikkan.

Berikut diantaranya pemahaman salah tentang kucing yang mungkin selama ini telah beredar:

Memiliki sembilan nyawa:

Persepsi mengenai hal ini tidak betul ada nya. Sembilan nyawa yang dimiliki pada kucing lebih tepat nya seperti kiasan. Anggapan ini bisa muncul mungkin dikarenakan hewan satu ini merupakan salah satu spesies yang mudah berkembang biak sekaligus “tahan banting”.

Akan tetapi setiap ekor kucing adalah tetaplah individu yang kecil dan rentan didunia yang penuh ancaman bahaya yang tidak pernah tahu kapan akan datangnya. Mereka juga sama seperti manusia atau makhluk hidup lainnya yang hanya memiliki satu nyawa yang rentan terhadap gangguan kesehatan, kecelakaan, dan kematian.

Tidak bersahabat dan bersifat penyendiri

Hingga sekarang banyak sekali orang yang menyalahartikan bahwa sifat penyendiri pada kucing diartikan sebagai makhluk yang tidak bersahabat. Memang betul adanya, beberapa jenis diantara mereka sangat sensitif dan pemilih dalam menentuk dengan siapa mereka akan bermain. Namun, pada dasarnya, kucing tetaplah makhluk yang sangat komunikatif dan menyayangi orang – orang terdekatnya.

Apabila seekor kucing telah merasa terpenuhi kebutuhan dasarnya seperti sandang dan pangan, maka barulah mereka akan menuntut kemewahan lainnya yakni pertemanan dengan manusia. Setelah terjalin ikatan batin yang kuat antara Anda dengan kucing kesayangan, pastilah Anda akan menemukan tingkah laku mereka seperti menyambut Anda sepulang aktivitas, duduk di pangkuan Anda sembari menemani mengerjakan tugas, dan masih banyak lainnya.

Namun, Anda juga perlu ingat bahwa kebanyakan kucing merasa nyaman ketika hanya menghabiskan waktu dengan tiduran di sudut yang tenang. Dari sanalah kita bisa melihat bahwa kucing mempunyai keseimbangan hidup yang bagus dalam bersosialisasi sekaligus menyendiri.