| 771 0

Jepang dan Obsesinya Terhadap Kucing

Jepang dan Obsesinya Terhadap Kucing

Mulai dari Hello Kitty, Doraemon, hingga Maneki Neko; Jepang memang seolah-olah tak pernah terlepas dari kucing. Bahkan tak sedikit yang mengatakan bahwa masyarakat Jepang terobsesi dengan si meong. Hal ini pun tak sepenuhnya salah mengingat budaya Jepang, baik itu budaya tradisional ataupun budaya populer memang sangatlah kental dengan unsur-unsur kucing.

Kucing di budaya tradisional Jepang

Bagaimana kucing bisa menjadi salah satu ikon pop culture di Jepang, sebenarnya sudah dimulai dari budaya-budaya tradisional atau legenda yang berkembang di antara masyarakat Jepang. Dalam ajaran Shinto dan Budha (ajaran-ajaran yang umum dianut masyarakat Jepang), kucing merupakan makhluk yang sering dianggap membawa keberuntungan ataupun kesialan.

Maneki Neko adalah salah satu ikon yang paling dikenal, Anda pun juga tentu sering menemukannya. Maneki Neko adalah simbol yang dipercaya membawa keberuntungan dan kebahagiaan. Tidak tanggung-tanggung, Maneki Neko ini sendiri memiliki kuil-kuil khusus yang tidak jarang dikunjungi orang-orang.

Maneki Neko

Masih berhubungan dengan ajaran yang dipegang masyarakat Jepang, Shinto yang pada dasarnya adalah animisme, juga memungkinkan mereka untuk mendewakan makhluk yang sudah meninggal, termasuk kucing. Salah satu kucing yang baru-baru ini didaulat menjadi dewi adalah Tama sang kepala stasiun, dengan nama “Tama Daimyōjin,” yang kini memiliki kuilnya sendiri.

Kucing juga dapat menjadi simbol atas kesialan, terutama kucing hitam, dan masyarakat Jepang pun termasuk masyarakat yang sangat percaya akan mitos yang satu ini.

Selain itu, masih banyak cerita-cerita lokal Jepang tentang kucing, seperti Bakeneko dan Nekomata, yang membuat, kebudayaan Jepang sangat kental dengan kucing.

 

Kucing di berbagai budaya populer Jepang

Kemudian, dengan berkembangnya zaman, berkembang pula nuansa kucing ada budaya Jepang. Hello Kitty dan Doraemon adalah dua ikon kucing yang paling mendunia. Sebenarnya dua ikon ini juga masih berhubungan dengan budaya tradisional Jepang. Hello Kitty merupakan tokoh yang rupanya terinspirasi dari Maneki Neko, sedangkan Doraemon berasal dari kepercayaan bahwa kucing merupakan makhluk yang dapat menolong manusia dan memberikan keberuntungan.

Doraemon

Oleh masyarakat Jepang, kucing pun mulai diidentikkan dengan hal-hal yang kawaii (lucu), oleh karena itu muncul pula berbagai pose, pakaian, ataupun aksesori untuk manusia yang terinspirasi dari kucing, yang bertujuan untuk menunjukkan kelucuan. Misalnya bando kuping kucing yang kabarnya bisa membaca gelombang otak manusia, sehingga dapat bergerak sesuai dengan perasaan si pengguna.

 

Hello Kitty

Cat café, juga merupakan sebuah budaya populer yang berhubungan dengan kucing yang menjamur segar di Jepang. Konsep kafe kucing ini sudah ada sejak tahun 2004. Kini setidaknya sudah berdiri 75 kafe kucing di Jepang, yang memungkinkan setiap orang untuk bermain bersama kucing. Kafe kucing ini sendiri sudah populer dan dapat dengan cukup mudah ditemukan di berbagai belahan dunia.

Ada juga video game asli Jepang yang terinspirasi dari kucing. Bahkan salah satunya mungkin Anda miliki di smartphone Anda, yaitu Neko Atsume: Kitty Collector, yang bahkan kini sedang digarap versi filmnya.

Tentunya hal-hal di atas hanya sebagian kecil berbagai budaya-budaya populer Jepang yang bernuansa kucing. Masih ada banyak hal-hal unik dan menarik tentang budaya  Jepang yang kental akan nuansa Jepang, yang membuat Jepang dapat menjadi tempat yang sangat menarik untuk penggila kucing di seluruh dunia.