| 532 0

Dagger “DogVinci” II, Sang Anjing Maestro

DogVinci

Anjing memang dikenal memiliki berbagai bakat dan keahlian. Oleh karena itu, tak heran jika fenomena service dog (anjing penolong manusia) kian hari kian ramai dipraktekkan, mulai dari dijadikan asisten difabel, anjing pelacak, hingga pendeteksi penyakit. Tetapi, siapa sangka bahwa anjing juga memiliki rasa seni yang tinggi.

Adalah Dagger II, anjing yang kini dikenal dunia dengan julukan “DogVinci” yang membuktikan hal ini lewat goresan-goresan kuasnya di atas kanvas (ya! Julukan “DogVinci” merupakan plesetan dari nama Leonardo da Vinci, sang maestro).

Kisah awal sang maestro

Dagger pada awalnya adalah seekor anjing yang menjalani pelatihan service dog untuk dijadikan asisten difabel. Dalam proses pelatihannya kemudian menjadi ahli dalam menggunakan mulutnya, ia dapat dengan mudah membuka dan menutup laci atau pintu serta ‘memegang’ suatu objek tertentu dengan mulutnya. Namun, sayangnya Dagger memiliki masalah sendiri, yaitu ia takut untuk naik atau turun tangga, yang membuatnya tidak bisa menjadi seekor service dog yang baik.

Ia pun ditarik dari pelatihan tersebut, dan menjalani kehidupan sehari-harinya bersama si pemilik Yvonne Dagger

Dagger & Yvonne

Yvonne, yang juga seorang seniman, memperhatikan bahwa Dagger memiliki ketertarikan yang tak biasa terhadap kegiatan melukis, di mana Dagger selalu duduk dan memperhatikan Yvonne dengan serius, setiap kali ia sedang melukis. Hingga suatu hari Dagger menyolek Yvonne ketika sedang melukis, seolah-olah berkata “aku mau mencoba melukis.”

 

Tanpa pikir panjang, Yvonne memberikan Dagger kanvas dan kuas sendiri, yang berkat pelatihannya sebelumnya, ia dapat memegang kuas tadi dengan sangat baik. Yvonne pun mulai memberi instruksi kepada Dagger untuk menggoreskan kuasnya kepada kanvas, dan keajaiban pun terjadi.

Yvonne menceritakan bahwa hasil dari goresan-goresan Dagger tadi menghasilkan suatu hal yang menarik dan indah, seolah-olah anjing ini terlahir dengan bakat melukis alami.