| 1128 0

Menikmati Fasilitas Lengkap Untuk Anjing Bernuansa Menyenangkan di Rumah Terraria

Sudahkah Anda bersama keluarga atau teman – teman terdekat merencanakan untuk bepergian pada akhir pekan ini? Jika belum, berkunjung ke Rumah Teraria mungkin bisa menjadi opsi yang wajib dikunjungi. Apalagi untuk Anda yang mencintai dan memelihara anjing, tempat satu ini merupakan pilihan tepat untuk menghabiskan waktu dan berekreasi bersama anjing kesayangan.

Bertempat di Jl. Platina II No. 7, Parung, Bogor, Rumah Terarria bisa dikatakan sebagai pelopor pertama fasilitas untuk anjing sebelum banyak bermunculan seperti sekarang. Serta mengusung motto yakni “One Stop Dog’s Entertainment”, tempat ini juga menyediakan sarana hiburan untuk Anda dan anjing kesayangan menikmati fasilitas serta bertemu dengan banyak pemilik dan anjing peliharaannya dengan suasana menyenangkan.

Didirikan atas cita – cita keluarga

Founder dari Rumah Terraria, Yudiyanto Tasma, menjelaskan bahwa Rumah Terraria didirikan pada tahun 2004, namun ketika itu belum menyediakan tempat pelatihan dan penitipan karena sebelumnya tempat tersebut sebagai sarana berkumpulnya para penggemar dan pemilik anjing Rottweiler.

“Awalnya hobi, kita memelihara Rottweiler dan semua terfokus disana. Mulai dari pengembangbiakkan, pelatihan, show, dan lainnya yang berjalan hingga kurun waktu tiga tahun sejak awal berdiri. Kemudian saya mendapat masukkan dari teman – teman dan Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN) untuk mendirikan tempat yang layaknya di rumah tetapi dilengkapi banyak fasilitas,” ucap pria yang akrab disapa Yudi.

Melalui saran dan dukungan tersebut, Yudi akhirnya memberanikan diri mengikuti permintaan kerabat – kerabatnya dengan mendirikan tempat fasilitas untuk anjing yang luas dan terbuka tidak seperti petshop yang tertutup dengan menyediakan arena bermain dan pelatihan untuk anjing yang saat itu belum pernah ada di Indonesia.

Namun, ia juga mengungkapkan diluar alasan yang telah dijelaskannya tadi dalam mendirikan Rumah Terraria, sebenarnya faktor utama adanya tempat tersebut juga dikarenakan cita – cita dari keluarganya sejak dulu.

“Tempat ini sebetulnya adalah impian dari kakek dan nenek saya. Mereka waktu itu pernah bercerita ingin membuka tempat fasilitas untuk anjing, tetapi belum sempat tercapai. Akhirnya, saya dan ayah yang meneruskan mimpi mereka,” ujar Yudi.

Menjawab kebutuhan para pemilik anjing

Memiliki fasilitas yang lengkap untuk kebutuhan anjing, seperti perawatan, pengembangbiakkan, pelatihan, penitipan, pengecekan kesehetan, dan rekreasi, Yudi menyampaikan ingin memenuhi semua kebutuhan pemilik dalam satu tempat. Sehingga mereka tidak perlu repot untuk berpindah – pindah, karena di Rumah Terraria semua sudah disediakan.

Meskipun terdiri dari banyak fasilitas, Rumah Terraria juga sangat fokus dalam merawat dan mengamati perkembangan anjing, salah satunya pada bidang pelatihan.

“Pada pelatihan untuk anjing pastinya harus masuk dari basic atau obiedience. Untuk menuju tahap selanjutnya penjagaan atau pelacakan, anjing tersebut harus sudah mampu mempunyai dasar yang benar. Setelah itu, apabila pemiliknya berniat untuk sampai ke tahap proteksi dan penjagaan, pemiliknya juga harus siap dilatih bersama dengan anjingnya,” jelas Yudi.

Kemudian dalam bidang pengembangbiakkan, Yudi pun bekerjasama dengan PERKIN, karena dirasanya banyak orang belum mengerti cara pengembangbiakkan anjing yang baik.

“Selama ini kebanyakan orang kurang mempedulikan hal ini, mereka hanya asal mengawinkan anjingnya saja tanpa mendaftarkannya ke PERKIN. Padahal perilaku tersebut sebetulnya salah, untuk itu kami hadir juga untuk mengajarkan sistem breeding yang baik,” lanjut nya.

Kemudian, hal menarik lainnya dari Rumah Terraria ialah menyediakan sarana rekreasi untuk anjing peliharaan yang bisa dibilang masih jarang atau sulit ditemukan di perkotaan besar seperti Jakarta.

Menurutnya, sarana rekreasi untuk sangatlah penting untuk sarana sosialisasi bersama anjing – anjing lainnya agar mereka tidak menjadi anjing yang sensitif dan galak ketika bertemu dengan makhluk yang dianggapnya asing.