| 847 0

Rudolph, Anjing Adopsi Milik Kaemita yang Mengajarkan Nilai Hidup

Anjing Adopsi

Setiap pemilik dan hewan peliharaannya termasuk anjing pasti mempunyai cerita berkesan masing – masing. Entah itu tentang cara merawatnya, kesetiaan mereka dalam segala situasi, gemar membantu ketika mengalami kesulitan, atau lainnya. Hal – hal tersebut apabila diingat kembali tentunya membuat kita bersyukur dan semakin menyayangi kehadiran hewan berbulu satu ini.

Salah satu yang juga memiliki pengalaman berkesan atau unik dalam memelihara anjing ialah Kaemita Boediono. Memelihara empat ekor anjing yang sering disebutnya sebagai ‘fantastic four’ ini dianggapnya sebagai suatu anugerah dalam hidupnya. ,Tetapi, baginya salah satunya yang dianggapnya paling berkesan ialah Rudolph, anjing berjenis golden retriever yang diadopsinya dari Garda Satwa Indonesia.

Ditemukan terlantar di bengkel motor

Perempuan yang aktif dalam kegiatan presenter dan model ini mengaku ketika telah mempunyai satu anjing yang bernama Zoey, berjenis golden retriever, ingin memelihara anjing kembali. Namun, sebelum mengambil keputusan tersebut, saat itu keluarga dan kekasih meminta untuk merasakan bagaimana ambience nya ketika memiliki lebih dari satu ekor anjing.

“Saya ditanyakan apakah mampu atau bisa tidak, karena tidak gampang untuk membagi waktu dan mengurusinya ketika mempunyai peliharan lebih dari satu. Pastinya fokus nya berbeda dibandingkan sebelumnya,” ucap Kae.

Kemudian setelah berani dan memantapkan bahwa ia mampu ketika memiliki satu peliharaan, Kae menghubungi temannya yaitu Davina, yang dikenalnya juga sebagai dog lovers dan pendiri dari Garda Satwa Indonesia ini. Ia menjelaskan kepada Davina, bahwa dirinya ingin menjadi foster untuk anjing – anjing terlantar yang diselamatkan oleh organisasinya.

“Setelah saya menyampaikan pesan tersebut, ternyata dua minggu kemudian Davina memberitahukan bahwa ia menemukan anjing tetapi sudah berusia tua sekitar tujuh tahun. Anjing ini dijelaskan oleh Davina adalah produk yang disenangi oleh pemiliknya ketika masih puppies. Akhirnya setelah berusia 6 – 7  bulan anjing tersebut dibuang di sebuah bengkel motor,” lanjut Kae.

Selama bertahun – tahun hidupnya, anjing ini hanya dirawat oleh orang yang bekerja di bengkel tersebut. Hingga sampai suatu ketika, pegawai di bengkel tersebut ingin balik ke kampungnya untuk waktu yang lama. Kemudian karena kecintaan pegawai tadi dengan anjing ini, ia merasa harus ada yang mengurusinya dengan baik. Hingga akhirnya, ia menghubungi Garda Satwa Indonesia untuk mengambil anjing tersebut.

Ketika akan dijemput oleh Davina ternyata ada cerita haru disana. Setelah, tim Garda Satwa Indonesia tiba, pegawai disana menangis dan menitip pesan agar dirawat baik dan memberitahukan makanan kegemarannya.

“Sebenarnya agak lucu juga, pegawai tersebut memberitahukan kalau Rudolph ini senangnya makan pecel ayam, tetapi ia hanya mampu memberikannya setelah menerima upah gaji pada awal bulan. Kalau tidak bisanya hanya nasi dengan lauk tempe atau tahu. Tetapi, paling tidak dari cerita tersebut membuktikkan kecintaan pegawai itu, bahwa apapun yang ia makan saat itu, anjingnya juga memakan yang sama dengannya,” kata Kae.

Kaget ketika pertama kali melihat Rudolph

Meskipun Kae sudah siap menjadi foster, tetapi saat itu ia mengaku belum pernah sama sekali bertemu dengan anjing yang di-rescue. Dalam bayangannya, ia berpikir bahwa anjing itu seperti peliharaan sebelumnya, atau anjing – anjing temannya yang terawat dan dipelihara secara baik. Namun, ketika pertama kali melihat Rudolph sangat merasa kaget, karena jauh sama sekali dari terawat.

“Ketika saya bertemu dan melihatnya, saya bertanya kepada Davina, anjing jenis apakah ini, kalau memang Golden, kenapa penampakannya buruk sekali. Karena ia mengerti bahwa saya tidak pernah sama sekali bertemu dengan anjing yang di-rescue, Davina menerangkan bahwa saya harus membiasakan kalau anjing – anjing yang terlantar itu jarang terawat, tidak bernasib baik seperti anjing yang dirawat oleh keluarga,” ucap nya.

Ia menceritakan ketika itu Rudolph bisa dikatakan terkena kutu secara akut karena hampir seluruh tubuhnya dihinggapi oleh hama satu ini. Lalu, Kae mencoba meminta pertolongan kepada salon anjing, di daerah Kemang, Jakarta Selatan, yang sudah menjadi langganannya untuk menghilangkan kutu pada tubuh Rudolph.

“Kemudian besoknya setelah saya menelfon, mereka menjemput sekitar jam 9 pagi. Tetapi, biasanya mereka akan mengabari bila sudah selesai dimandikan, namun sampai sekitar jam setengah 4 sore masih belum ada kabar. Akhirnya saya datangi tempat tersebut, ternyata Rudolph baru saja selesai dimandikan, disitu saya ditunjukkan dalam sebuah bowl besar yang isinya kutu semua,” lanjut nya.

Setelah selesai perawatan, kemudian Rudolph dibawa oleh Kae kembali ke rumah. Ketika masuk rumah, diceritakannya anjing nya tersebut seperti kebingungan kenapa badannya tidak merasa gatal – gatal sampai bahkan tidak berapa lama tertidur di lantai.

“Mungkin dalam 7 tahun hidupnya ia baru hari itu merasakan ternyata rumah bersih dan tubuh tidak ada kutu itu nyaman banget. Saya disitu merasa haru sekali, ternyata hal – hal kecil seperti kebersihan yang kita anggap biasa saja, tetapi untuk anjing yang baru di-rescue seperti big deal,” ungkap nya.

Dari situ Kae mengungkapkan bahwa apabila nanti ingin memelihara anjing kembali, ia lebih baik mengadopsi dan memberi kesempatan untuk anjing – anjing yang terlantar. Karena bagi nya setiap anjing, mempunyai kesempatan hidup bahagia yang sama sekalipun itu anjing terlantar.