| 4952 0

Addinda Sonang Danial: “Caramel, Faktor Utama Kesembuhan Saya”

Telah dikenal sebagai hewan peliharaan yang lucu dan setia, mungkin Anda sudah sering kali mendengar mengenai kemampuan anjing dalam membantu manusia. Di antaranya seperti memberikan rasa aman, menghilangkan rasa kesepian, dan menambah kepercayaan diri.

Selain itu, memiliki indra penciuman yang terdiri dari 125 juta hingga melebihi 300 juta sel reseptor membuat mereka sering dipakai oleh pihak berwajib untuk mendeteksi beragam jenis bahan peledak dan Narkoba.

Namun, di luar hal yang telah disebutkan tadi, ternyata anjing juga memiliki kemampuan luar biasa yang barangkali masih banyak orang tidak percaya, yaitu untuk mendeteksi dan menyembuhkan kanker.

Kemampuan tersebut bukan sekedar omongan belaka, tetapi ada yang sudah merasakan manfaatnya dan berhasil lolos dari penyakit, yang terbilang paling banyak menyebabkan angka kematiannya ini, yaitu Addinda Sonang Danial, seorang perempuan yang pernah mengidap kanker leukimia.

Walaupun, hingga kini masih menjalani beberapa terapi, perempuan yang akrab disapa Dinda ini menuturkan bahwa faktor utama kesembuhannya bukan karena obat-obatan atau operasi yang dijalaninya, melainkan  sejak pertemuannya dengan Caramel. Seekor anjing kampung yang ditemukannya di sebuah daerah di Bali.

Addinda Sonang Danial Caramel, Faktor Utama Kesembuhan Saya 2

Anugerah itu datang saat menginjak usia remaja

Dinda menceritakan bahwa gejala penyakitnya tersebut sudah dirasakannya sejak tahun 2007, saat masih menginjak bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Awalnya ia tidak terlalu acuh pada gejala yang dirasakannya. Kemudian, tahun 2008 ia pindah ke Bandung untuk melanjuti pendidikannya di Universitas Padjajaran. Saat di sanalah ia baru mengetahui bahwa ia terkena penyakit kanker leukemia.

“Saya semasa kuliah sempat aktif bergerak di bidang pendidikan untuk mengajar anak-anak jalanan, dari situ mungkin saya mendapat reward dari pemda setempat untuk berkesempatan menjadi staf pendidik di salah satu sekolah di sana. Saat menjalani medical checkup itulah baru ketahuan ada yang aneh di sel darah putih saya,” ucapnya.

Salah satu tim medis yang memeriksanya saat itu menanyakan kepada dirinya, apakah ia sering mengalami kembung, memar biru di sekujur tubuh, dan sulit tidur? Ternyata, gejala-gejala yang telah disebutkan tadi memang sering sekali dialaminya.

“Hingga akhirnya saya menjalani tes lanjutan, sampai akhirannya saya benar-benar dinyatakan bahwa saya terkena kanker,” tambah Dinda.

Namun, disitu Dinda tidak merasa panik atau down. Justru seperti mendapatkan golden ticket, ketika orang-orang tidak tahu akan meninggal kapan, ia menjadi tahu dari awal. Di situ ia berpikir untuk melakukan hal yang bermanfaat untuk banyak orang dan kebaikan sebanyak-banyaknya.

Addinda Sonang Danial Caramel, Faktor Utama Kesembuhan Saya

Beragam pengobatan telah dijalani

Setelah dinyatakan secara medis terkena kanker leukemia, sejak 2009 Dinda menuturkan telah menjalani  bermacam-macam pengobatan. Tetapi, ia mengakui ketika itu ia sangat enggan dan malas-malasan untuk menjalani treatment tersebut, karena merasa tubuhnya tidak ada yang bermasalah.

Namun, karena kekhawatiran dan ketidaktegaan keluarga atas penyakit yang menghinggapinya, ayahnya tercinta menyarankan untuk menjalani operasi cangkok sumsum. Bagi Dinda pengobatan ini seperti “harakiri,” yaitu mempunyai dua kemungkinan antara berhasil atau gagal.

“Cuman, karena menurut orang tua saya itu yang terbaik, sebagai anak saya mengikuti anjurannya. Saya tahu orang tua mana yang tidak ingin melihat anaknya sehat. Karena bagi mereka sehat itu bukan berarti sebatas saya dilihat bisa kemana-mana, sebelum sampai dokter menyatakan sehat, berarti saya belum pulih” kata Dinda.

Selain pengobatan medis, beragam pengobatan tradisional pun juga pernah dijalani olehnya. Tetapi baginya pengobatan jenis apapun tidak terlalu berpengaruh banyak.

“Apabila sekarang saya dinyatakan sehat karena beragam pengobatan yang pernah dijalani itu, saya berani bilang tidak. Karena saya bisa dibilang sembuh secara medical record dari peningkatan sel darah putih dan lainnya itu baru sekarang, sejak pertemuan saya dengan Caramel,” ujarnya.

Uniknya, ketika sekarang banyak yang menyangka kesembuhannya berkat pengobatan-pengobatan yang selama ini dijalani dan ia menjelaskan bahwa bukan karena hal tersebut, melainkan berkat Caramel, anjing kesayangannya, umumnya tidak akan ada yang percaya. Tetapi ia yang merasakannya sangat yakin akan hal tersebut.