| 768 0

Rabies, Gejala, Pencegahan, dan Cara Penanganannya

Seperti yang diketahui, rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus lyssaviruses yang menyerang otak dan sistem saraf pada anjing. Bagi Anda yang memiliki anjing sangat diwajibkan untuk memberikan suntikan anti-rabies secara berkala. Hal ini dilakukan agar anjing tidak terinfeksi oleh penyakit yang dapat menyebabkan kematian tersebut.

Keadaan yang merugikan ini tentunya menjadi hal yang sangat tidak diinginkan. Untuk itu berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan mengenai gejala, penanganan, dan pencegahan rabies pada anjing.

Gejala rabies

Anjing yang terinfeksi rabies tidak dapat langsung terlihat gejalanya. Umumnya, virus ini akan masuk dan hidup di dalam tubuh mereka selama beberapa saat. Namun, bila kesehatan anjing sedang turun, virus ini akan langsung menyebar ke sumsum tulang belakang hingga ke otak.

Fase ini terjadi antara 1 – 3 bulan pasca virus masuk ke dalam tubuh. Setelah melewati fase ini, anjing akan mati dalam 2 – 4 hari saja. Berikut fase dan ciri-ciri anjing yang mulai terkena infeksi.

Fase pertama: Prodromal

Fase ini merupakan tahap pertama dari rabies yang biasanya sudah dapat diamati oleh manusia walaupun tidak begitu jelas. Dalam fase ini, anjing akan mengalami banyak sekali gejala ketidaksehatan. Di antaranya perubahan suara saat menggonggong, nafsu makan terus menurun, tubuh mengalami demam, dan lebih banyak murung atau diam.

Fase kedua: Mad Dog Syndrome

Dalam fase ini anjing menjadi sangat agresif dan perilakunya sudah di luar batas kewajaran atau normal. Mereka akan menggigit siapa saja yang lewat di depannya meskipun itu adalah pemiliknya. Fase ini akan bertahan cukup lama hingga akhirnya anjing memasuki fase ketiga lalu mati jika tidak mendapatkan penanganan. Ketika fase ini anjing bisanya memiliki ciri-ciri seperti pupil matanya terus terbuka dengan lebar, beberapa bagian tubuh mulai kaku serta sulit digerakkan, dan terobsesi memakan apa saja bahkan objek yang tidak bisa dimakan.

Fase ketiga: Paralytic

Saat fase ini, virus sudah mematikan hampir semua sel otak dan jaringan sumsum tulang belakang. anjing yang terjangkit rabies apabila sudah tahap akhir ini akan menunjukkan gejala-gejala sulit bernafas, anjing akan terus mengeluarkan liur dalam jumlah yang banyak, air seni terus keluar tanpa bisa dikontrol, dan semua otot kaku hingga anjing tidak bisa melakukan apa-apa.

Setelah melalui tiga fase ini, dalam kurun waktu 2 – 4 hari organ tubuh anjing tak bisa bekerja. Lalu, akan memasuki kondisi koma dan akhirnya mati perlahan-lahan.