| 803 0

Kisah Daisy, Anjing Pendeteksi Kanker

Selain dikenal sebagai teman yang menyenangkan, kemampuan anjing pun sangat diandalkan oleh manusia untuk membantu berbagai banyak hal, salah satunya ketajaman penciumannya. Tetapi, tahukah Anda kalau penciuman mereka dapat mengetahui ada nya penyakit berbahaya yang mengendap dalam tubuh, seperti kanker?

Seperti yang diketahui, penyakit ini begitu ditakuti banyak manusia di dunia. Penyebabnya beragam dan jika terlambat diketahui, akibatnya bisa mengancam nyawa. Hingga saat ini, cara terbaik untuk mendeteksi kanker adalah dengan mengunjungi dokter dan melakukan tes laboratorium.

Namun, seekor anjing di di Inggris, bisa mengalahkan peralatan medis canggih dan mendeteksi kanker lewat indra penciumannya saja. Anjing bernama Daisy tersebut, bahkan sukses mendeteksi 500 kasus kanker dan menyelamatkan banyak nyawa.

Dilansir dailymail.co.uk, Anjing berjenis labrador tersebut telah dapat mendeteksi kanker sejak 2009, ketika pemiliknya, Claire Guest, psikolog perilaku, bereksperimen mengenai sensitivitas penciuman anjing terhadap penyakit kronis yang diderita manusia.

Berdasarkan studi yang dilakukan Guest, sel kanker mengeluarkan aroma tertentu yang diseksresikan melalui kulit, urin bahkan nafas. Namun, kini penelitiannya pun telah berbuah manis. Sensitivitas anjing-anjingnya terhadap “aroma kanker” meningkat hingga 73%. Salah satu anjing yang punya tingkat keberhasilan tinggi adalah Daisy.

Namun, siapa sangka bahwa Guest adalah orang pertama yang kankernya dideteksi oleh Daisy. Kemampuan Daisy ini baru diketahui pada tahun 2009  saat pemiliknya, Guest mengeluarkan anjing – anjing kesayangannya dari mobil. Namun, saat anjing yang lainnya sudah berlari-lari keluar, tetapi Daisy malah menubruk Claire dan mengendus berulang kali di bagian dada.

“Dia menubruk saya begitu keras, sampai dada saya memar. Perilakunya malam itu sangat berbeda, biasanya ia langsung berlari bersama teman-teman anjing lain tapi tidak dengan malam itu,” tutur Guest.

Heran dengan tingkah laku Daisy yang tidak seperti biasanya, Guest pun penasaran dengan area yang terus diendus dan ditubruk Daisy. Ketika meraba dadanya, dia menemukan benjolan kecil yang setelah diperiksa merupakan tumor payudara, yang jika tidak segera ditangani bisa berkembang menjadi kanker.

Beruntung cepat diketahui, Guest segera melakukan lumpectomy (operasi pengangkatan benjolan di payudara dimana sel kanker belum menyebar), pengangkatan kelenjar getah bening, dan di radioterapi selama enam bulan.