| 1384 0

Akupuntur, Pengobatan Alternatif Pada Hewan Peliharaan

Akupuntur sudah dikenal sebagai pengobatan alternatif yang dapat mengobati berbagai penyakit seperti hipertensi, depresi, sakit kepala berlebihan, insomnia, infertilitas (mandul), dan lain-lainnya. Metode pengobatan yang menggunakan tusuk jarum ini juga dipercaya sebagai metode pengobatan yang menenangkan dan membantu pasien menghindari efek samping yang menyakitkan. Namun, tahukah Anda kalau teknik pengobatan akupuntur juga berlaku pada hewan?

Ternyata, sejak tahun 1970 pengobatan ini  sudah diterapkan oleh dokter hewan di Amerika Serikat dan sekarang sudah diterima oleh sebagian besar dokter hewan, sebagai cara yang efektif untuk mengurangi rasa sakit pada hewan, termasuk anjing dan kucing.

Akupuntur pada hewan telah terbukti menjadi salah satu perawatan yang terjamin untuk menghilangkan beberapa penyakit pada hewan, di antaranya alergi, kelumpuhan, arthritis (radang sendi), masalah kesuburan, gangguan pernafasan, stroke, bahkan kelumpuhan

Keuntungan lainnya dari pengobatan ini adalah meningkatkan produksi sel darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta relaksasi secara keseluruhan. Selain itu, akupuntur dipercaya dapat meningkatkan kualitas hidup banyak hewan peliharaan yang  telah berusia lanjut.

Dikutip dari nationalgeographic.com, menurut Narda Robinson, staf anggota dari Colorado State University program kedokteran hewan, mengungkapkan sebenarnya banyak pemilik hewan yang telah mencoba segala macam atau jenis pengobatan lain sebelum mereka beralih ke pengobatan alternatif. Alasannya tidak lain hanya ingin memperlakukan hewan peliharaan mereka tanpa menggunakan obat-obatan dan pembedahan.

“Semakin banyak dokter hewan belajar dan menerima akupunktur dan beberapa pengobatan alternatif lainnya, keamanan intervensi medis untuk hewan akan menjadi yang jauh lebih baik” ucap Narda

Jumlah titik akupuntur pada hewan lebih sedikit dibandingkan manusia. Jika pada manusia terdapat lebih dari 350 titik, jumlah titik akupuntur pada anjing hanya sekitar 84 titik, sedangkan pada kucing lebih sedikit, yaitu sekitar 70 titik.