| 1759 0

Alfa dan Delta Ditugaskan Mencari Korban Bencana Gempa Aceh

Gempa berkekuatan 6,4 skala richter (SR) yang melanda kota Aceh pada Rabu (6/12/2016) telah banyak menelan korban dan merusak banyak bangunan setempat. Tentunya hal ini menggerakkan hati banyak pihak untuk turut membantu, mulai dari bantuan medis, sandang, pangan, hingga tim evakuasi berdatangan dari pelbagai pihak. Salah satunya adalah dari Jakarta Rescue, yang mengirimkan dua anjing SAR yakni Alfa dan Delta untuk ditugaskan mencari korban yang tertimpa reruntuhan bangunan.

Berdasarkan keterangan Kepala Jakarta Rescue, Hardianto Wardjaman, Alfa dan Delta diikutkan pada rombongan pertama yang terdiri dari 12 orang. Kemudian setibanya di lokasi, tim tersebut akan langsung bergabung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan pencarian dan assessment orang hilang atau korban yang masih tertimpa gedung runtuh.

Dididik sejak usia dini

Alfa dan Delta merupakan kakak-beradik berjenis golden retriever yang lahir pada Maret 2012. Mereka sudah dilatih menjadi anjing pelacak sejak berusia dini. Sejak usia enam bulan, kedua anjing tersebut telah dilatih untuk kepatuhan. Baru ketika menginjak usia 10 bulan, mereka dilatih lebih spesifik lagi untuk mengasah penciumannya.

Berpengalaman mengevakuasi korban

Bagi kedua anjing ini, ditugaskan dalam evakuasi bencana bukan pengalaman pertama. Sebelumnya Alfa dan Delta bahkan pernah diterjunkan untuk misi kemanusiaan, seperti ketika Nepal diguncang gempa sebesar 7,9 skala richter (SR) pada April 2015. Dalam tempo tiga hari, kedua bersaudara ini berhasil menemukan 10 jenazah di bawah reruntuhan gedung.

Hadianto menjelaskan cara Alfa dan Delta akan menunjukkan tanda jika menemukan jenazah adalah dengan cara menggonggong sebanyak 1 kali kemudian memundurkan langkahnya. Namun, apabila menggonggong hingga 10 kali berarti telah ditemukan korban jiwa yang masih dalam kondisi hidup.

Terima kasih Alfa dan Delta atas pengabdian dan jasamu di sana. Semoga kalian dapat membantu mereka para korban yang masih dilanda keresahan. Godspeed!