| 8838 0

Ahok dan Anjing Pomeranian Kesayangannya

Sejak dulu anjing sudah sangat dikenal sebagai sahabat manusia. Mereka mempunyai karakter yang menyenangkan dan setia bahkan sampai pemiliknya meninggal dunia. Maka tidak heran bila makhluk berkaki empat yang satu ini menjadi peliharaan favorit untuk banyak kalangan. Salah satunya adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ternyata Gubernur DKI Jakarta non-aktif ini pencinta hewan dan memelihara anjing sejak kecil, bahkan keluarganya memiliki belasan anjing saat tinggal di Belitung. Namun sejak tinggal di Jakarta Ahok hanya memelihara satu anjing berjenis Pomeranian. Pomeranian sendiri adalah salah satu ras anjing spitz (berbulu tebal dan panjang, daun telinga agak kecil dan tegak) yang berasal dari Jerman. Nama Pomeranian diambil dari sebuah provinsi tua di Jerman yang bernama Pomerania. Karakter dari Pomeranian atau yang sering disebut Pom itu sendiri pintar, bersemangat untuk belajar, aktif, dapat dijadikan teman yang menyenangkan serta sangat setia pada majikan dan keluarganya. Pom biasanya mudah bersahabat dengan anjing lain.

Ahok mengaku sangat menyayangi anjing itu. Dia juga bangga dengan peliharaannya tersebut karena bentuknya yang berbeda dibanding Pomeranian pada umumnya, yaitu lebih gemuk. Baginya perawatan anjing juga harus serius.

Salah satu bentuk perhatian Ahok pada binatang peliharaan selama menjabat Gubernur DKI adalah dengan rencana pembuatan peraturan untuk mewajibkan setiap hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing, untuk dipasangi microchip. Selain untuk mempermudah pelacakan hewan yang hilang, microchip juga membantu pemilik hewan mengetahui jadwal perawatan terhadap hewan peliharaannya. Ahok mengatakan, diterapkannya peraturan tersebut dilatarbelakangi maraknya aksi pencurian anjing.

Ahok juga turut menyaksikan sendiri demo pemasangan microchip pada salah satu anjing saat acara peluncuran edukasi massal Jakarta Animal Aid Network (JAAN) bertema “Kesejahteraan Hewan Cermin Jakarta Maju” di Balai Kota, Februari 2016 lalu. Alat yang disebut berukuran biji beras itu ditanam di bawah kulit pada bagian leher sebelah kiri. Microchip sendiri nantinya akan didistribusikan ke klinik-klinik dokter hewan. Pemilik hewan yang hendak memilikinya hanya dikenakan biaya berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 150.000.