| 2157 0

Waspadai Otitis Pada Kucing Kesayangan

Anda mungkin kerap mendapati kotoran yang cukup banyak pada telinga kucing Anda. Sebenarnya hal ini adalah wajar karena kotoran telinga kucing sebenarnya berfungsi sebagai pelindung agar benda asing tidak masuk ke bagian telinga yang lebih dalam. Kotoran ini disebut dengan serumen atau ear wax.

Namun waspadalah bila kotoran itu berlebih dan mengeluarkan bau tidak sedap, karena bisa jadi itu adalah indikasi dari radang telinga kucing atau yang dikenal dengan istilah Otitis. Penyakit ini memiliki efek yang fatal, karena dapat menyebabkan hilangnya kemampuan mendengar secara permanen.

Berikut ini adalah beberapa penyebab Otitis yang penting untuk diwaspadai.

Alergi

Sama seperti manusia, kucing juga bisa memiliki alergi terhadap sesuatu, entah itu makanan atau sesuatu yang mereka hirup. Alergi terutama yang disebabkan oleh makanan akan menimbulkan kegatalan termasuk di daerah wajah dan telinga. Hal ini menyebabkan kucing menggaruk-garuk telinganya atau menggosok-gosokkan telinganya pada benda tertentu sehingga menyebabkan luka atau radang.

Tungau telinga (ear mite)

Tungau atau lebih dikenal kutu yang sering menyebabkan otitis adalah jenis otedectes cynotis, sarcoptes demodex dan notoedres. Tungau ini menyebabkan kucing menggaruk telinganya secara berlebihan dan menyebabkan luka. Selain itu, tungau yang tinggal di dalam saluran telinga dapat menyebabkan telinga kucing menebal dan meradang sebagai respon perlindungan terhadap tungau tersebut.

Bakteri & jamur

Salah satunya disebabkan oleh malassezia pachydermatis yang secara normal hidup dalam telinga kucing. Bila kucing sedang dalam keadaan normal atau sehat, maka ia sebenarnya memiliki pertahanan yang baik terhadap organisme ini. Tetapi, kondisi ini akan berubah karena alergi, kelainan hormon, atau kelembaban, yang menyebabkan bakteri dan jamur cepat berkembang biak.

Kotoran yang menumpuk

Infeksi juga dapat dipicu karena serumen atau ear wax yang menumpuk. Penumpukan serumen yang berlebihan dapat bisa menjadi tempat yang cocok untuk tumbuhnya bakteri atau jamur, selain itu juga menimbulkan rasa tidak nyaman yang memancing kucing menggaruk/mencakar-cakar telinga. Garukkan ini menyebabkan luka kecil yang kemudian dapat berkembang menjadi infeksi.

Pengobatan otitis

Tindakan pengobatan atau perawatan otitis pada kucing dilakukan secara berbeda-beda tergantung dari penyebab. Obat tetes telinga yang memiliki kandungan antibiotik dapat diberikan bila terjadi infeksi. Untuk obat tetes telinga yang mengandung anti-ektoparasit dapat diberikan untuk otitis yang disebabkan oleh ear mite. Pada kasus yang disebabkan oleh alergi harus memerlukan tindakan secara menyeluruh seperti penggantian hormon atau tes alergi dan hyposensitization. Karena pengobatannya hanya sekedar bersifat mengurangi rasa sakit.

Pencegahan otitis

Lakukan rutinitas jadwal yang teratur untuk membersihkan telinga kucing. Cairan telinga normal akan berwarna kuning kecoklatan. Bila timbul warna coklat tua dan berbau busuk, besar kemungkinan kucing menderita otitis. Jangan tunda untuk menghubungi dokter hewan apabila kucing sudah menunjukkan tanda ini!