| 1144 0

Doni Hendaru Tona: Anjing Kampung Tidak Kalah Saing

Apa yang terpikirkan oleh Anda ketika mendengar anjing kampung? Mungkin banyak dari kita yang mengidentikkan mereka dengan anjing yang berkeliaran di jalan, fisiknya yang tidak sehat, mencari makan di tempat pembuangan sampah, dan sering mendapat perlakuan tidak adil. Sepertinya terlalu banyak persepsi negatif yang melekat padanya

Mungkin hanya sedikit sekali dari kita yang berkeinginan untuk memelihara anjing kampung bila dibandingkan dengan jenis Golden Retriever, Labrador, Siberian Husky, atau Pit Bull. Tentunya anjing-anjing ras ini masih jadi idola, alasannya karena loyalitas, kelucuan, atau bahkan mungkin juga gengsi agar dapat dipamerkan kepada banyak orang.

Kondisi tersebut tentunya menjadi ironi, meski kita sering mengaku mencintai serta menyuarakan untuk peduli hak dan kesejahteraan anjing, tetapi dalam memelihara anjing sebagian dari kita masih ada yang pilih kasih. Kondisi terebut juga akhirnya menjadi kepedulian komunitas ‘Animal Defenders Indonesia’ yang digawangi oleh Doni Hendaru Tona.

Ia juga prihatin seperti ada kasta antara anjing kampung dan anjing ras yang secara tidak sadar dibangun atas pandangan banyak orang. Menurut Doni, anjing kampung seharusnya memiliki perlakuan dan kesempatan yang sama. Atas kondisi tersebut, akhirnya Doni selain menggalakkan kampanye “Say No To Dog Meat,” kini juga sedang menyuarakan melalui sosial media dengan tagar #ANJINGKAMPUNGKEREN.

Persepsi kita kadang tidak asik pelihara anjing kalau bukan ras, saya ingin membuat masyarakat juga sadar bahwa anjing kampung itu keren dan mereka bangga akan hal itu,” ucap Doni.

Masalah utama dihadapi oleh banyak shelter, termasuk Animal Defenders Indonesia, adalah banyak anjing yang diselamatkan ialah anjing kampung, namun jarang ada yang ingin mengadopsi. Doni menuturkan tidak usah terlalu jauh untuk berharap akan ada seseorang berkeinginan untuk adopsi, ada yang melirik dan bertanya pun juga hal yang langka.

Hal ini tidak membuat Doni untuk patah semangat memperkenalkan anjing kampung. Ia tetap sabar serta penuh kasih sayang dalam melatih anjing kampung. Salah satu contohnya yang sudah berhasil dilatih, ia menunjukkan beberapa anjing kampung di tempatnya seperti Chicco, Michelle, dan Noel yang dapat duduk berboncengan bersama di motor.

“Ketika jalan sore dengan anjing-anjing kampung yang berada di tempat adopsi, saya tidak membutuhkan tali. Anjing Anda gimana? Jalan pakai tali kan? Repot kan bawa dia masuk mobil? Sedangkan saya ketika membuka pintu mobil, mereka semua berebut masuk. Kemudian diminta untuk turun atau menunggu mereka akan melakukannya. Lebih keren mana?” ucapnya seraya diiringi tawa.

Selain itu, usaha yang dilakukan oleh Doni tidak berhenti di situ. Dalam beberapa kesempatan bila diundang dalam suatu acara live atau off air ia membawa anjing-anjing kampung. Harapannya ialah ketika anjing-anjing tersebut mempertunjukkan kebolehannya, akan mengubah opini tentang anjing kampung dan semakin luas antusias orang-orang untuk mengadopsi anjing kampung.

“Puas? Tidak. Kita tidak boleh puas akan kerja yang dilakukan, harus merasa ingin lebih dan lebih. Kita tidak hanya ingin anjing kampung sekedar diterima, tetapi juga memiliki banyak penggemar. Caranya? Kelebihan-kelebihannya kita eksploitasi. Seperti loyalitas, kesigapan, dan daya tahannya hingga akhirnya banyak orang ikut menyadari,” ujarnya.

Doni juga menjelaskan bahwa anjing tidak perlu dilihat dari jenis ras untuk menjadi pintar. Tetapi, tergantung bagaimana cara merawat dan melatihnya.

Jadi apa lagi yang harus Anda tunggu? yuk, Selamatkan dan beri mereka juga kesempatan.