| 718 0

Raja Thailand Sang Penyayang Anjing

Bhumibol adulyadej

Hiruk pikuk kota Bangkok Kamis, 13 Oktober 2016 lalu, Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej telah meninggal dunia tepat pada usianya yang ke 88 tahun. Kepergian tokoh yang dikenal sebagai bapak pemersatu Thailand ini membuat Negeri Gajah Putih itu berkabung selama satu tahun lamanya.

Sang Raja dikenal sebagai seorang yang sangat menyayangi anjing. Ada satu anjing yang diselamatkannya dari jalanan kota Bangkok, anjing itu berjenis Copper. Kemudian, olehnya anjing itu diberi nama Thong Daeng yang akhirnya pun dinobatkan sebagai anjing kerajaan.

Dalam tulisan-tulisannya, sang Raja sering mengingatkan rakyatnya untuk menaruh kepedulian kepada anjing terlantar, dengan cara mengadopsi dan menyediakan makanan serta tempat tinggal bagi mereka. Menurutnya, anjing terlantar yang diadopsi memiliki kerendahan hati serta kesetiaan yang luar biasa kepada pemiliknya sebagai ungkapan rasa terima kasih mereka kepada sang pemilik.

Ada seorang pria yang pernah didakwa hukuman karena menghina anjing kesukaan Raja Bhumibol. Thanakorn Siripaiboon yang dituduh membuat posting penghinaan tentang anjing peliharaan Raja Bhumibol, juga sedang menghadapi tuduhan terpisah karena diduga telah menghasut dan menghina Raja.

Pemberlakuan undang-undang pencemaran nama baik ketat di Thailand, yang menganggap perbuatan menghina kerajaan sebagai kejahatan, telah menyebabkan seorang pekerja pabrik dituduh menghina seekor anjing milik Raja Kendati menghinanya di dunia maya, pria tersebut tetap mendapatkan sanksi. Ini adalah kasus pertama yang berkaitan dengan binatang peliharaan kerajaan.

Kenyataannya Raja Bhumibol Adulyadej pernah menuliskan kisah seekor Thong Daeng di sebuah buku pada tahun 2002 yang diberi judul ‘His Majesty King Bhumibol Adulyadej Biography of a Pet Dog The Story of Tongdaeng’ hingga dibuat dalam film animasi pada tahun 2015. Saat itu Thong Daeng mati pada 26 Desember 2015.

Rakyat Thailand kehilangan sosok pemimpin yang kharismatik dan penyayang. Maka wajar masyarakat Thailand berkabung. Bahkan untuk menghormati sang raja dan keluarga kerajaan, tidak aka nada perayaan kegembiraan selama satu tahun. Liga sepak bola Thailand pun sudah resmi dihentikan guna menghormati sang raja.