| 719 0

Memilih Makanan yang Tepat untuk Kucing

memilih makanan

Salah satu bagian penting dalam merawat kucing adalah memastikan bahwa kucing kesayangan Anda mendapatkan makanan yang paling tepat untuk dirinya. Pemilihan makanan ini merupakan hal yang penting karena tidak semua makanan manusia cocok untuk kucing, bahkan beberapa dapat berbahaya untuk kucing. Bukan hanya makanan manusia, beberapa makanan kucing pun ternyata tidak sepenuhnya baik untuk kucing.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pemilihan makanan untuk kucing.

Bahan dasar

Kucing adalah karnivora, di mana tubuhnya dibentuk oleh alam untuk mengonsumsi daging-dagingan. Oleh karena itu, ketika Anda hendak memberi makanan untuk kucing, pilihlah makanan-makanan yang berbahan dasar daging, baik itu daging hewan darat, ataupun daging ikan.

Hal ini mudah dilakukan jika Anda memberi makanan untuk kucing hasil olahan sendiri. Namun, jika Anda memilih memberi makanan kucing olahan, maka pastikan bahwa makanan tersebut terbuat dari daging yang aman untuk kucing atau memiliki label human great meat (daging-daging yang umum dimakan oleh manusia). Karena jika makanan tadi tidak memiliki label ini, ada kemungkinan daging yang dipakai merupakan daging-daging sisa berkualitas rendah, atau bahkan daging anjing dan kucing yang disuntik mati.

Kadar protein

Sebagai karnivora, kucing juga membutuhkan nutrisi makanan yang cukup berbeda dengan manusia. Mereka membutuhkan protein sebagai nutrisi utama yang baik bagi tubuh mereka. Oleh karena itu pilihlah makanan-makanan dengan kadar protein yang tinggi untuk kucing Anda.

Anda juga harus jeli dalam memperhatikan kadar protein makanan-makanan olahan kucing. Sering kali makanan olahan kucing kering (dry food) terlihat memiliki kadar protein yang jauh lebih tinggi daripada makanan basah. Hal ini sebenarnya salah, karena pada kenyataannya makanan lahan kucing basahlah yang memiliki kadar protein yang tinggi.

Kadar air

Kucing juga membutuhkan makanan dengan kadar air yang tinggi, karena sejatinya, mangsa-mangsa kucing di alam memiliki kadar air hingga 70%. Oleh karena itu jika Anda memilih menggunakan makanan kering, maka pastikan bahwa si kucing mendapat asupan air yang cukup. Karena jika tidak ia dapat mengalami berbagai masalah, seperti batu ginjal.

Oleh karena alasan ini, makanan basah merupakan pilihan yang ideal untuk kucing karena kadar air yang dimiliki makanan basah tersebut.

Rendah karbohidrat

Berbeda dengan manusia, kucing tidak membutuhkan banyak karbohidrat. Tubuh kucing secara alami terbentuk untuk membakar protein dan lemak menjadi energi lebih baik daripada tubuh manusia. Oleh karena itu, pemberian karbohidrat yang terlalu banyak malah dapat menyebabkan si kucing mengalami penumpukan karbohidrat.

Solusinya ketika Anda memilih menggunakan makanan olahan untuk kucing adalah memastikan bahwa makanan olahan tersebut memiliki label grain free (bebas karbohidrat) atau memiliki kadar karbohidrat yang tidak lebih dari 5%.

Hindari bahan pengawet

Mungkin hal ini adalah hal yang suit diakukan ketika Anda memberi makanan olahan untuk kucing Anda. Namun kenyataannya, penggunaan bahan pengawet, terutama Butylated Hydroxyanisole (BHA), Butylated Hydroxytoluene (BHT), propyl gallate, propylene glycol, dan ethoxyquin; diindikasi dapat menyebabkan masalah kanker pada kucing.

Perhatikan usia dan keadaan kucing

Berbeda usia kucing, maka berbeda pula kebutuhan dan kemampuannya mengonsumsi makanannya. Oleh karena itu sesuaikanlah makanan kucing Anda dengan usia yang dimilikinya. Selain masalah usia, beberapa kucing memiliki situasi tertentu yang memaksanya memiliki menu makanan yang khusus pula. Misalnya kucing yang kegemukan memiliki menu diet yang benar-benar non karbohidrat.

Pilih makanan yang mau ia makan

Hal terakhir ini terlihat simple, namun sejatinya tak kalah penting. Karena jika Anda memilih makanan  hanya berdasar kandungan dan mengabaikan selera kucing sepenuhnya, maka besar kemungkinan kucing Anda tidak akan memakan makanan yang Anda berikan, yang jika dibiarkan malah dapat memberikan masalah-masalah lain untuk si kucing.