| 884 0

Never Judge a Book from its Cover, Sebuah Cerita dari Anjing Pit bull

Banyak orang yang “percaya” bahwa anjing jenis Pit bull adalah jenis anjing yang buas dan bukanlah anjing yang cocok untuk menjadi teman baik di rumah Anda, melainkan lebih pantas menjadi anjing aduan atau anjing penjaga yang siap menakuti setiap orang yang tidak sengaja lewat di depan rumah Anda. Kepercayaan ini semakin terasa karena seringnya poster “AWAS ADA ANJING GALAK” yang mengikutsertakan gambar atau siluet anjing Pit bull, sehingga orang-orang yang bahkan tidak pernah mengenal dan melihat Pit bull pun menjadi percaya bahwa anjing jenis ini merupakan anjing buas nan galak.

Memang, bagi yang belum pernah mengenal anjing Pit bull, tampangnya dapat dengan mudah memberikan rasa seram kepada mereka yang baru melihat Pit bull untuk pertama kali. Tapi sebenarnya ini hanya bentuk dari rasa ketidaktahuan, karena jika Anda mencoba mengenal lebih dekat si anjing dengan muka unik ini, besar kemungkinan Anda akan menemukan sesosok jiwa yang ramah, setia, dan mudah akrab dengan Anda.

Awal mula citra buruk Pit bull

Picture2

Ada berbagai pendapat yang berusaha menemukan asal mula persepsi yang tidak adil ini. Ada yang berpendapat bahwa nenek moyang dari Pit bull yang digunakan sebagai anjing penjaga sejak abad-abad awal Masehi sebagai penyebab dipercayanya anjing jenis Pit bull sebagai anjing yang galak. Ada pula yang berpendapat bahwa anjing ini dikenal sebagai anjing yang galak, karena diperkirakan sudah menjadi anjing aduan sejak abad ke-11. Dua pendapat di atas memang tidak dapat dipastikan secara pasti, karena kurangnya data sejarah yang pasti, namun dipercaya ikut membentuk mitos dari Pit bull.

Salah satu peristiwa sejarah paling awal yang dianggap sangat berpengaruh terhadap pembentukan persepsi buruk terhadap Pit bull terjadi pada tahun 1860an, yaitu serangan anjing Pit bull terhadap seorang wanita. Kejadian menjadi topik utama dalam berbagai surat kabar pada masa itu, dengan berbagai detil berita yang simpang siur, bahkan ada yang menyatakan bahwa wanita itu diserang oleh 26 ekor anjing yang sengaja dilepaskan oleh pemilik anjing untuk menyerang wanita tersebut.

Efek bola salju

Picture5

Berita-berita ini kemudian mulai membentuk persepsi masyarakat terhadap anjing, khususnya Pit bull. Keadaan ini kemudian diperparah dengan mulai kembalinya ajang adu anjing, yang banyak menggunakan anjing jenis Pit bull sebagai kontestan dalam kegiatan kejam ini, sehingga pamor anjing Pit bull sebagai anjing ganas pun terus meningkat. Beberapa pihak pun mulai dengan sengaja memiliki Pit bull dan melatihnya untuk menjadi anjing penjaga yang buas karena citra yang mulai terbentuk tadi, hal ini umum dilakukan oleh berbagai sindikat organisasi kriminal. Anjing-anjing yang  “terlatih” ini pun mulai banyak memakan korban, dan opini terhadap buruknya Pit bull pun terus menggunung; Efek bola salju!

Bukan salah Pit bull

Berbagai keadaan dan peristiwa buruk yang disangkutpautkan dengan anjing jenis Pit bull pun menyebabkan berbagai situasi yang tidak adil bagi si anjing, mulai dari pelarangan hingga wacana untuk memusnahkan si anjing. Hal ini merupakan suatu hysteria, karena kejadian-kejadian buruk yang terjadi masihlah dalam jumlah yang kecil atau minor, namun terlalu dibesar-besarkan sehingga membentuk opini publik, yang kemudian memberatkan pada semua Pit bull dan pencintanya. Bahkan jika ditarik lebih jauh lagi, kasus-kasus minor dari perilaku buruk Pit bull ini tidak terlepas dari “karya” manusia, mulai dari adu anjing, Pit bull  yang dilatih oleh sindikat kriminal untuk menjadi anjing ganas, atau perlakuan buruk dari manusia tadi.

Picture3

Tidak semua Pit bull adalah jahat, bahkan sebenarnya tidak ada Pit bull yang jahat jika ia berada di situasi dan kondisi yang tepat. Semuanya tergantung dari manusianya, buktinya sekarang, ketika manusia sudah mulai menyadari kesalahan pandangan terhadap Pit bull dan merawat serta melatih Pit bull dengan baik, terbukti bahwa Pit bull adalah anjing yang ramah dan setia; jauh dari persepsi buruk sebelumnya.

Manusia adalah makhluk spesial yang lahir dengan akal, dengan akal tadi kita bisa mempengaruhi berbagai makhluk hidup lain. Jika kita mau menggunakan akal kita dengan baik, maka kita dapat “menciptakan” makhluk hidup yang baik, jika tidak maka bukanlah tidak mungkin kita “menciptakan” makhluk hidup yang jahat; seperti kita “menciptakan” Pit bull pada masa lalu.