| 1745 0

Alona, Kisah Pilu dari Seekor Anjing

1

Mengenaskan! Hanya itulah kata yang dapat mewakili apa yang terlihat pada gambar di atas.

Anjing yang tampak pada gambar tersebut bernama Alona, seekor anjing jenis Pitbull yang kurang beruntung, yang harus menjadi korban dari sisi gelap dunia breeding Indonesia.

Hidup naas Alona bermula ketika ia masih berada di bawah asuhan pemilik lamanya yang sedang belajar menjadi seorang breeder. Masalah kemudian muncul ketika sang pemilik mengharapkan Alona untuk kawin dengan anjing lain, agar keturunannya dapat dijual kemudian. Namun, karena satu dan lain hal, Alona menolak untuk dikawinkan dengan anjing tersebut.

Penolakan dari Alona ini memancing amarah dari si pemilik, yang kemudian memaksakan Alona untuk kawin dengan anjing tersebut, namun tetap saja, Alona menolak untuk dikawinkan. Kekesalan dari si pemilik kepada Alona kemudian berujung pada tindakan kasar kepada Alona, sering kali berupa pukulan yang membuat banyaknya luka di sekujur tubuh Alona, hingga berujung pada kelumpuhan dari si Alona.

IMG-20160919-WA0004

Konyolnya, si pemilik tampak tidak menyembunyikan kekejamannya kepada Alona, sehingga tetangganya pun mengetahui kekerasan yang ia lakukan kepada salah satu anjing yang seharusnya ia sayangi.

Salah seorang tetangga yang menyadari akan kesalahan yang dilakukan si pemilik kemudian menghubungi aktivis penyelamat anjing bernama Yossi dan Desi, untuk menyelamatkan Alona dari kekejaman pemilik tersebut. Sang aktivis pun segera meluncur untuk membebaskan Alona dari kekejaman si pemilik tersebut. Hal yang lebih konyol adalah ketika si pemilik tidak mengakui perbuatannya, Ia berdalih bahwa kondisi mengenaskan dari Alona disebabkan oleh virus Parvo yang menyerang Alona.

Karena ketidakpercayaan sang aktivis terhadap si pemilik, mereka pun memaksakan Alona untuk diperiksakan kepada dokter dan dibebaskan dari tangan si pemilik. Tentu saja, hasil pemeriksaan menunjukkan hasil negatif untuk virus Parvo dan kondisi mengenaskan dari Alona murni disebabkan oleh kekerasan yang dilakukan oleh si pemilik sebelumnya. Bahkan dokter memperkirakan bahwa kelumpuhan Alona disebabkan kerusakan pada bagian saraf yang disebabkan oleh pukulan keras di bagian kepala.

IMG-20160919-WA0006

Setelah dititipkan selama tiga minggu di klinik dokter hewan, Alona pun di bawa ke sebuah tempat penampungan hewan bernama “Maria Stray Home” milik Ibu Maria.

Keadaan Alona sekarang

Bagaimanakah keadaan Alona sekarang? Kini Alona yang sudah berusia 10 bulan masih berada di tempat penampungan tersebut dengan keadaan yang tetap menyedihkan. Keadaan Alona sekarang bukan hanya pada masalah fisik, namun juga menjalar ke masalah psikis. Hal ini tidak terlepas dari kelumpuhannya yang membuat ia tidak dapat beraktivitas layaknya anjing normal, Ia hanya bisa berbaring dan sering terdengar “menangis.”

IMG-20160919-WA0005

Mungkin tangisan tersebut merupakan wujud ekspresi kesedihan terhadap keadaan menyedihkannya, yang membuat ia tidak bisa bermain atau berinteraksi secara normal dengan orang atau anjing lain. Buktinya, ia terlihat gembira (lihat ekspresi wajahnya!) ketika ada orang yang berada di dekatnya dan mengelus tubuhnya tersebut.

Ibu Maria sudah berusaha untuk menemukan pengobatan untuk keadaan fisik Alona, namun banyak dokter yang sudah menyerah terhadap kondisi Alona, karena mereka percaya bahwa keadaan tersebut tidaklah terselamatkan. Namun, Ibu Maria sendiri tetap berusaha mencari jalan untuk menyembuhkan Alona dengan cara mencari pendapat dari dokter-dokter lain.

Untuk masalah psikis, Ibu Maria berusaha untuk memberikan Alona sebuah kursi roda yang dapat membantunya untuk beraktivitas lagi, sehingga dapat mengurangi stres yang dialami Alona. Sayangnya usaha kursi roda ini masih belum optimal karena Alona masih tidak dapat menggunakan kursi roda tadi dengan nyaman. Untuk mengurangi beban psikisnya, Alona diberikan bantal dan selimut ketika tidak ada orang di sekitar untuk mengelus tubuhnya, karena Alona terlihat nyaman ketika ada selimut dan bantal di sekitar tubuhnya.

Gelapnya dunia breeding

Bukan bermaksud untuk menyamaratakan semua breeder dan dunia yang mereka jalani, namun sisi gelap dari dunia ini merupakan sebuah hal yang nyata terjadi. Hal ini tidak terlepas dari “gurihnya” bisnis jual beli anjing, sehingga ada saja pihak yang tidak bertanggung jawab yang rela mengorbankan rasa perikemanusiaannya demi mendapatkan keuntungan, contohnya yang terjadi pada Alona.

Oleh karena itu, ada baiknya kita untuk lebih mempertimbangkan lebih jauh lagi, apakah keputusan kita untuk seekor membeli anjing (atau kucing dan hewan-hewan lainnya) hasil dari breeding adalah sebuah keputusan yang tepat? Apakah kita dapat meyakinkan bahwa tidak ada hewan yang tersiksa selama proses breeding tersebut? Karena jika membeli anjing dan hewan lain hasil dari breeding dengan proses yang kejam, maka dengan kata lain kita mendukung adanya kekerasan pada hewan-hewan tersebut. Pertimbangan ini penting dilakukan agar tidak ada Alona lain yang harus merasakan takdir yang sama.

 

Jika Anda tergerak untuk memberikan bantuan kepada Alona (atau hewan-hewan penampungan lainnya), Anda dapat menghubungi “Maria Stray Home” lewat  081381699588.

Anda juga bisa menghubungi Maria Stray Home lewat akun Facebook mereka di link: https://www.facebook.com/MARIA-STRAY-HOME-187858131561486/