| 395 0

Tahukah Anda, Perubahan Iklim juga Mempengaruhi Anjing

Isu pemanasan global sudah menjadi isu lama yang tetap mengancam hingga saat ini, Kita pun sering mendengar bahwa isu perusakan iklim ini sangat mengganggu keseimbangan alam, mulai dari cuaca, ekosistem, hingga hewan-hewan “eksotis” layaknya penguin/pinguin dan beruang kutub. Namun, tahukah Anda bahwa isu lingkungan ini juga memiliki pengaruh terhadap hewan yang kurang “eksotis” seperti anjing.

Anjing-anjing di daratan Greenland awalnya sering digunakan sebagai penarik kereta ataupun teman berburu, namun perubahan iklim ditambah pergeseran keadaan ekonomi dan budaya membuat berkurangnya dua peran utama anjing ini. Hal ini menyebabkan setidaknya ada 21.000 ekor anjing yang ditelantarkan di daratan Greenland.

Greenland-Dogs

Pemerintah pun mengeluarkan peraturan untuk anjing dari daerah hunian penduduk untuk melindungi masyarakat. Anjing-anjing ini diharuskan untuk menghuni “kawasan anjing” yang letaknya lumayan jauh dari kawasan hunian, serta sering kali sambil dirantai. Karena perubahan iklim, musim panas yang ada di daerah ini pun semakin panjang, dan anjing-anjing yang ada di kawasan anjing tadi sering kali terlantar.

Chained-mom-with-puppies

Karena dirantai, mereka tidak dapat mencari makanan ataupun minuman sendiri ketika mereka membutuhkan, mereka hanya bisa mengandalkan manusia-manusia yang datang untuk memberikan kebutuhan mereka, di mana hal ini rentan menyebabkan munculnya malnutrisi bagi para anjing. Komitmen yang harus dimiliki manusia dalam merawat anjing di “kawasan anjing” juga sering menjadi perkara tersendiri, karena mereka setiap hari harus berjalan cukup jauh untuk memberi makan 10 – 20 anjing tiap harinya. Usaha keras yang dibutuhkan ini tidak jarang membuat mereka berpikir bahwa “mungkin anjing tidak harus diberi makan setiap hari, karena serigala saja tidak harus makan tiap hari,” tentu saja pola pikir seperti ini sangat salah dan berbahaya untuk anjing.

Selain masalah makanan, “kawasan anjing” ini juga memberikan dampak lain, seperti misalnya luka karena rantai, luka karena pertengkaran sesama anjing, dan juga berbagai penyakit menular. Suhu udara yang meningkat juga mempengaruhi fungsi tubuh mereka yang sudah terbiasa dengan udara dingin.

Kids-with-the-dogs

Di sisi lain, perubahan keadaan sosial dan ekonomi juga mendorong orang-orang untuk pindah ke kota besar. Karena hidup dengan mengandalkan sumber pendapatan lewat berburu atau menangkap ikan sudah tidak lagi menguntungkan bagi mereka, yang turut dipengaruhi oleh perubahan iklim. Situasi ini mendorong perubahan mendadak dari hubungan anjing dan masyarakat lokal, di mana awalnya anjing berperan sebagai penolong bagi masyarakat untuk mencari nafkah, sedangkan sekarang manusialah yang harus bekerja keras untuk memberi makan anjingnya. Perubahan ini sering menyebabkan para pemilik untuk “melupakan” anjing-anjing mereka tadi dan memulai tradisi hidup baru tanpa bergantung pada anjing.

Greenland-pups-2

Hilangnya fungsi kerja anjing ini juga membuat interaksi yang muncul antara mereka dan manusia semakin jauh berkurang, yang dapat membuat mereka semakin tidak bersahabat dengan kehadiran manusia.

Ini adalah suatu masalah yang terjadi karena efek domino, perubahan iklim mempercepat perubahan ekonomi dan sosial dari masyarakat yang ada, tetapi tradisi hubungan antara anjing dan manusia tidak dapat menyamai kecepatan perubahan ini. Pada akhirnya harus ada yang dikorbankan, dalam hal ini, anjinglah yang lebih sering dikorbankan.