| 627 0

Anjing sebagai asisten tuna rungu

9358119 - portrait of a purebred german shepherd and chinese girl in front of white background

Jika pada umumnya anjing hanya dijadikan sebagai peliharaan, maka ada pula anjing yang dilatih untuk membantu orang yang berkebutuhan khusus salah satunya orang tuli (tuna rungu). Di beberapa negara terdapat pusat pelatihan bagi anjing untuk dapat membantu tuna rungu, terutama di Amerika, Inggris, dan Belanda. Jenis anjing yang sering digunakan yaitu Golden Retriever, German Shepherd, dan Labrador Retriever. Jenis anjing ini sering dipilih karena dikenal memiliki ketenangan, kepatuhan, dan kemampuan mereka untuk belajar dan mengerti perintah yang diberikan.

Selama beberapa bulan anjing dilatih dalam berbagai hal, terutama pelajaran akan kepatuhan. Kepatuhan terdiri dari latihan sederhana, di mana anjing harus tetap dalam posisi tertentu, mengambil benda, dan berjalan dengan benar. Tahap ini dilakukan secara eksklusif oleh instruktur. Kemudian anjing dipercayakan kepada tuna rungu yang harus terbiasa dengan kehadiran anjing dan membiarkan dirinya dibimbing oleh anjing dalam berbagai situasi. Dari sanalah maka akan terjalin kedekatan di antara anjing dan tuannya. Instruktur bertugas sebagai penghubung dan bertindak sebagai perantara bagi tuna netra.

Kemampuan belajar pada anjing akan diuji secara terus menerus, anjing harus belajar lebih dari 70 perintah lisan dan 20 isyarat gerak tubuh. Selain itu, suara orang yang mengalami gangguan pendengaran (tunarungu) biasanya sangat berbeda dalam hal nada, sehingga memerlukan upaya adaptasi tambahan dari anjing.

Tujuan utama dari pelatihan anjing adalah agar anjing cepat bereaksi terhadap bunyi dari suara tertentu untuk dapat memperingatkan tuannya. Sebagai contoh, anjing akan segera melompat ke tempat tidur setelah jam alarm berdering, akan menarik celana tuannya ketika seseorang mengetuk pintu, juga dapat mengambil sebuah benda yang telah jatuh ke tanah, untuk membawa benda-benda (telepon), untuk membuka dan menutup pintu, untuk menghidupkan dan mematikan lampu, untuk membantu memindahkan kursi di daerah sulit untuk di akses.